Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Nasional Sorotan Daerah Berita Peristiwa Headline Megapolitan Hukum dan kriminal TNI POLRI KRIMINAL Hukum & Kriminal hukum Politik TNI TNI AD TNI/POLRI Pendidikan Berita > Polri Sosial Agama News/ Megapolitan News > Sorotan News > Megapolitan Bisnis Internasional Hukum -Nasional Budaya Ramadhan pemerintah Artikel Olahraga News > Nasional Kesehatan Hukum & Hukum dan Krimnal News/ Sorotan TNI & Polri Artikel Nasional News > Peristiwa Polri Polri Nasional google.com kegiatan Agama Artikel News advokasi Papua YouTube Google Facebook LinkedIn MetroTV opini Anisa Baswedan Nasional Hukum&Kriminal News > Kriminal News > Polri News> Megapolitan News> TNI AD Peristiwa Daerah sosial Ramadhan #youtube #google #hello #Lazada #facebook Anies Baswedan Nasional Diskusi Hukum dan Kirminal Nasional Artikel Google.com Nasional- sorotan -Politik News /Megapolitan Pendidikan Nasional Pertanian Politik > Nasional Polri-TNI Sorotan<Nasional TNI dan polri TNI& POLRI TNI-Polri Anies Baswedan Nasional Budaya Agama Corona Desa Palsari Ekonomi Ekonomi / News Gubernur Jawabarat Hilman Hukum &Kirminal Kebakaran Kriminalisasi Lalulintas Lowongan pekerjaan Musik Nasional -sorotan Nasional Artikel Google.com Jayawijaya Papua Nasional Sorotan Nasional polri Nasional& Sorotan Nasional<Sorotan Natal New> Nasional News / Hukum & Kriminal News > Hukum & Kriminal News >Megapolitan Olahraga POLRI Organisasi PERISTIWA -SOROTAN#Nasional Pemkot Bogor Peristiwa Nasional Peristiwa+Hukum dan Kriminal Peristiwa-daerah Peristiwa<Sorotan Peristiwa<Sorotan<Nasional Pertanian & Ekonomi Pimpinan Pompes Polri#Nasioanal Polri-Nasional -pendidikan Pristiwa Sorotan Pemerintah Sorotan Pemerintah Pacitan Sorotan hukum dan kriminal Sorotan-Nasional Sorotan<Viral Sorotan<peristiwa Sosial Islam Sosial LSM Sosial Ramadahan TNI Nasional TNI- POLRI TNI-AD kejadian oprasi gabungan pasar Ramadan sejarah

Kasihhati: Leluhurmu Itu Orang Tuamu Bukan Hantu, Bangun Sinergitas Bersama Kesultanan Tidore

Desember 11, 2023 | Senin, Desember 11, 2023 WIB
Tidore, Detiknewstv.comKetua Presidium Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Dra.Kasihhati didampingi Pengawas Dewan Pers Independen (DPI) Lilik Adi Gunawan bersama jajaran Ketua Setwil FPII Maluku Utara Junaedi Abdul Rasyid beserta Penasehat FPII Maluku Utara Jaffar Sadik,M.Si berkunjung ke Kedaton Kesultanan Tidore Kepulauan, Senin (11/12/2023).

Silaturahmi Presidium FPII dan Presidium DPI tersebut disambut hangat perangkat 
Ngira Ngare Kesultanan Tidore Abdurrahman. 

"Sultan Tidore, Husain Sjah, sedang berada di Jakarta menjalankan fungsi tugasnya sebagai DPD-RI Maluku Utara kami perangkat Kesultanan yang langsung menerima kunjungan Presidium FPII dan DPI pada hari ini." kata Abdurahman Perangkat Kesultanan Tidore.

Kasihhati menyampaikan maksud dan tujuan pihaknya bertandang ke Kedaton Kesultanan Tidore bersama jajaran Presidium DPI dan Setwil FPII Maluku Utara. 

"Kami merasa takjub dan gembira bisa hadir di Kota Tidore Kepulauan. Selain itu, ia memuji keindahan Kedaton Kesultanan Tidore karena terdapat banyak inspirasi-inspirasi dari leluhur." ujar Lilik Adi Gunawan. 

"Terima kasih saya ucapkan kepada perangkat Kesultanan Tidore, semalam saya ziarah ke Makam Sultan Nuku tepat pukul 00.00 WIT, dan hari ini diterima secara hangat di Kedaton Tidore." kata Raden Tumenggung Adi Gunawan Sastrodipuro yang mendapatkan gelar dari Lembaga Dewan Adat Kraton Surakarta Hadiningrat. 

“Tentu perjuangan-perjuangan para leluhur rakyat Maluku menjadi dasar sehingga Sultan Nuku sangat layak menerima gelar Pahlawan Nasional karena perjuangannya melawan penjajah." jelas Kasihhati. 

Orang nomor satu di FPII  berharap, pihaknya bisa berkolaborasi dengan Kesultanan Tidore, sehingga mampu menjadi bagian dari upaya-upaya dalam memperjuangkan tanah leluhur.

“Ada pengalaman-pengalaman masa lalu untuk menguasai Papua dan Papua Barat. Salah satunya harus ada izin dari sini (Tidore)." tegas Kasihhati. 

Kasihhati menuturkan, kesamaan-kesamaan seperti ini yang memang harus dirintis kembali terkait kejayaan masa lalu, terutama Kesultanan yang sedemikian luas menguasai lintas negara. Karena itu, sejarah tersebut perlu diingat oleh anak bangsa. Dengan begitu, akan mampu mempertahankan kedaulatan setiap jengkal tanah dan lautan yang ada.

“Jika kita tidak memahami ini dengan baik, maka dengan mudah akan melepas pulau demi pulau seolah-olah tidak ada hubungan atau kaitannya dengan masa lalu kita. Kalau kita melihat dari dulu kenapa penjajah-penjajah juga senang kemari, karena memang di sini luar biasa peradaban rempah-rempahnya,”ujar Kasihhati. 

"Allah menakdirkan kekayaan dan kelimpahan sumber daya alam yang luar biasa kepada Indonesia bagian timur. Dari Papua dengan kekayaan tembaga, emas, nikel dan digali atau ditambang. Begitu pula di Halmahera dengan kekayaan sumber daya mineralnya."Imbuh Srikandi Pers Nusantara. 

“Tentu SDA ini memang disiapkan untuk anak-anak negeri ini. Tinggal tugas kita adalah menjaga kekayaan alam ini untuk diolah, sehingga kita bisa mensejahterakan anak-anak bangsa dan ini menjadi tugas kita semua,” ujarnya.

“Mudah-mudahan ini bagian dari upaya kita menjadi estafet dari leluhur-leluhur kita, terutama para Sultan yang berjuang sesuai dengan keislamannya yang kokoh." pungkasnya. 


Penulis : Redaksi
Sumber: (Eric_Presidium FPII)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update