Jakarta,DetikNewsTV.com
Banjir bandang beruntun menimpa warga di bantaran Kali Ciliwung Taman Harapan, Cawang, Kramat,
Jati Jakarta Timur.Untuk itu, Gubernur DKI Jakarta Dr Pramono Anung turun ke lokasi terdampak banjir dan mengulirkan proyek normalisasi Kali Ciliwung.
Kepada warga di lingkungan Rukun Tetangga/RT 02 dan 015/Rukun Warga/RW 03 Kelurahan Cawang yang sejak tanggal 29-30 Januari 2026 terdampak banjir akibat luapan Kali Ciliwung, Bang Pram-sapaan Pramono Anung yang turun ke lokasi banjir Kamis pagi (29/1/2026).
minta dukungan warga dalam program normalisasi Sungai atau Kali Ciliwung.Sebagian rumah warga seperti di RT 015 telah menerima ganti ragu.
Dengan demikian terhitung Desember 2025,
lima rumah warga yang telah mendapat ganti rugi dari pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah dikosongkan.
Sedang sejumlah warga di sana sedang dalam proses perhitungan uang ganti sesuai dengan luas tanah dan bangunan.Nilai Jual Objek Pajak/NJOP dekat bantaran Kali Ciliwung Cawang tercatat Rp 5 juta/meter tahun 2025.
Tapi, secara prinsip warga tidak menolak normalisasi Kali Ciliwung.Hanya tinggal menunggu selesai proses negosiasi besarnya ganti rugi.Diharapkan, dalam tahun 2026 ini, seluruh warga yang terdampak banjir rutin sudah bisa mendapat ganti rugi untuk pindah tempat tinggal.
Ketua RT 0015, Imron menjelaskan,
jumlah warganya yang terdampak banjir bandang sebanyak 88 Kepala Keluarga atau 240 jiwa.
Rumah penduduk di RT 002 dan RT 015 diterjang banjir luapan Kali Ciliwung, selama dua hari ini.
Jumat subuh sekitar pukul 04.00 WIB, banjir meluap dari Bendungan Katulampa Bogor dan Bendungan Depok ke Kali Ciliwung, Jakarta.
Sebelum banjir bandang menerjang rumah warga,
pengurus RT dan RW sudah memberikan peringatan melalui WhatsApp Grup.Karena sudah puluhan tahun menjadi langganan banjir, semua warga sudah terbiasa siaga penuh jika hujan turun deras di wilayah Jakarta dan Bogor.
Tinggi banjir bisa sampai tiga meter karena berlokasi di pinggir Kali Ciliwung.
Para warga yang terdampak kiriman dari Bogor ditampung di Lapangan Tenis RT 015.Di pinggir lapangan dibangun sebuah saung bambu berkapasitas 30 orang.
Ibu-ibu yang punyai anak kecil diutamakan tidur di saung.Sedang remaja pria hingga lanjut usia, ditampung di tenda lapangan Tenis seluas 100.000 meter persegi.Yang tidak tertampung di Lapangan Tenis, biasanya ditampung di Wisma Sosial, belakang Rumah Sakit Budhi Asih, Taman Harapan.
Soal konsumsi makanan para korban banjir,
mulai Jumat siang, petugas Baznas Banzis Provinsi DKI Jakarta sudah menyiapkan dapur umum.Dibantu 11 orang tenaga pemasak/koki dari Fluencer King Abdi MasterChef.Sebuah mobil bak terbuka mengangkut alat masak berupa kompor gas dan peralatan lain.
"Silakan datang, mulai pukul 16.00 nanti kita sudah bisa makan bersama.
Persediaan bahan makanan di dapur umum cukup tersedia," jelas petugas Baznas Banzis.
Pembebasan Lahan.
Gubernur Pramono Anung meninjau progres pembebasan lahan untuk normalisasi Kali Ciliwung di Kelurahan Cawang.Proyek normalisasi Ciliwung digulirkan kembali secara masif sebagai upaya mengatasi banjir jangka menengah di Jakarta.
Pemprov DKI Jakarta membebaskan lahan bersama Badan Pertanahan Nasional/BPN DKI Jakarta.Sedang Kementerian Pekerjaan Umum membangun tanggul sepanjang target 33,69 kilo meter.
Peninjauan lapangan tersebut dilakukan sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan banjir di Jakarta dalam jangka menengah.Proyek strategis kembali digulirkan secara masif setelah mengalami stagnasi sejak 2017.
Pramono menegaskan normalisasi sungai menjadi kunci krusial karena sekitar 40 persen aliran air di Jakarta berada di kawasan Ciliwung.
Di wilayah Cawang, kebutuhan lahan yang harus dibebaskan mencapai 411 bidang dengan total panjang sekitar 2.401 meter.
Pemprov DKI Jakarta menargetkan pembebasan 133 bidang lahan pada 2026.Pada tahun 2025 berhasil merampungkan 20 bidang lahan."
Saya inginkan proses normalisasi Ciliwung ini berjalan tanpa gejolak, " tegas Bang Pram.
Dijelaskan, seluruh proses pembebasan lahan dilakukan langsung oleh Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air tanpa perantara dan penilaiannya dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional/BPN).Seluruh warga yang terdampak proyek normalisasi kali akan mendapatkan skema ganti rugi sesuai ketentuan yang berlaku.
Penulis : Hardi / Ludin.P