Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Nasional Sorotan Daerah Berita Peristiwa Headline Megapolitan Hukum dan kriminal KRIMINAL TNI POLRI Hukum & Kriminal hukum TNI Politik TNI AD TNI/POLRI Pendidikan News/ Megapolitan Sosial Berita > Polri Agama News > Sorotan News > Megapolitan Bisnis Budaya Internasional Hukum -Nasional pemerintah Ramadhan Artikel Olahraga Kesehatan News > Nasional Hukum & Hukum dan Krimnal News/ Sorotan TNI & Polri Artikel Nasional News > Peristiwa Polri Polri Nasional google.com kegiatan Agama Artikel News advokasi Papua YouTube Google Facebook LinkedIn MetroTV opini sosial Ramadhan Anisa Baswedan Nasional Hukum&Kriminal News > Kriminal News > Polri News> Megapolitan News> TNI AD Peristiwa Daerah #youtube #google #hello #Lazada #facebook Anies Baswedan Nasional Diskusi Hukum dan Kirminal Nasional Artikel Google.com Nasional- sorotan -Politik News /Megapolitan Pendidikan Nasional Pertanian Politik > Nasional Polri-TNI Sorotan<Nasional TNI dan polri TNI& POLRI TNI-Polri Anies Baswedan Nasional Budaya Agama Corona Desa Palsari Ekonomi Ekonomi / News Gubernur Jawabarat Hilman Hukum &Kirminal Kebakaran Kriminalisasi Lalulintas Lowongan pekerjaan Musik Nasional -sorotan Nasional Artikel Google.com Jayawijaya Papua Nasional Sorotan Nasional polri Nasional& Sorotan Nasional<Sorotan Natal New> Nasional News / Hukum & Kriminal News > Hukum & Kriminal News >Megapolitan Olahraga POLRI Organisasi PERISTIWA -SOROTAN#Nasional Pemkot Bogor Peristiwa Nasional Peristiwa+Hukum dan Kriminal Peristiwa-daerah Peristiwa<Sorotan Peristiwa<Sorotan<Nasional Pertanian & Ekonomi Pimpinan Pompes Polri#Nasioanal Polri-Nasional -pendidikan Pristiwa Sorotan Pemerintah Sorotan Pemerintah Pacitan Sorotan hukum dan kriminal Sorotan-Nasional Sorotan<Viral Sorotan<peristiwa Sosial Islam Sosial LSM Sosial Ramadahan TNI Nasional TNI- POLRI TNI-AD kejadian oprasi gabungan pasar Ramadan sejarah

Woow ..!!! Tak Pernah Menanam Tapi Memanen

Februari 28, 2024 | Rabu, Februari 28, 2024 WIB
RIAU, DetikNewstv.com-Bermodalkan koneksi dan kekuatan sebagai perusahaan daerah plat merah BUMD PT Sarana
Pembangunan Riau Trada  mengajukan izin penguasaan lahan hutan seluas lebih dari 5.000 hektare di 3 Kabupaten, Provinsi Riau, yakni Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Kampar. 
Pengajuan izin penguasaan lahan hutan seluas lebih dari 5.000 hektare ini masuk juga di dalamnya tanah ulayat.

Seperti tanah ulayat Desa Simalinyang Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kabupaten Kampar seluas 1.400 hektare yang di dalam lahan tersebut tumbuh pohon eucalyptus (Akasia,Red).

Berdasarkan investigasi Tim Media, lahan 1.400 hektare diklaim milik KUD Pancuran Gading Desa Gunung Sahilan Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kabupaten Kampar. Sementara letak lahan 1.400 hektare tersebut berada di Desa Simalinyang Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kabupaten Kampar.

Nantinya di lahan tersebut, KUD Pancuran Gading akan bermitra dengan PT SPR Trada dalam memanen hasil kayu pohon eucalyptus.

Diduga, dalam sekali panen bila di uangkan diperkiraakan mencapai puluhan miliar. Lalu timbul pertanyaan, uang sebanyak itu untuk siapa? Sedangan KUD Pancuran Gading tidak pernah menanam apalagi PT SPR Trada.

Dari investigasi tim media, ternyata tanaman pohon eucalyptus itu yang menanam PT  Nusa Wahana Raya (NWR) anak perusahan PT RAPP dan informasinya sudah dua kali panen, namun memasuki panen tahap ketiga, baru muncul larangan panen dari masyarakat setempat. Seperti diungkapkan salah seorang warga yang enggan disebut namanya kepada tim media beberapa waktu lalu saat tim media turun ke lapangan.

Hingga kini kayu pohon eucalyptus tersebut belum bisa dipanen. Masalah ini pernah diadakan pertemuan antara pihak Kades, tokoh masyarakat dengan pihak DLHK Riau, namun menemui jalan buntu. Karena dalam pertemuan tersebut tidak dicapai kata sepekat terutama tentang bagi hasil panen.

Karena tidak ada kesepakatan, lahan 1400 hektare ini, ditetapkan menjadi status qou oleh pihak DLHK Riau, dan seiring waktu ditambah ada perubahan aturan lahan ini diketahui sedang diurus izin penguasaannya oleh PT. Sarana Pembangun Riau Trada anak perusahaan PT Sarana Pembangunan Riau," ungkap Mamun Murod saat ditemuai jelang mutasi dirinya dari Kadis DLHK Riau ke BKD Riau beberapa waktu lalu.

Direktur PT SPR Trada , Sulfian Daliandi kepada media, di ruang kerjanya, Senin 26 Februari 2024 membenarkan lahan 1.400 hektare yang terletak di Desa Simalinyang merupakan milik KUD Pancuran Gading Desa Gunung Sahilan.
Lebih lanjut Dalaindi atau biasa disapa Andi menjelaskan bahwa lahan 1.400 hektare tersebut, pihak KUD Pancuran Gading sudah mengajukan pelepasan ketelanjuran kepada Kementerian DLHK, kini tinggal menunggu SK dari pelepas turun dari Kemenhut RI," ungkap Andi.

Nantinya, sambung Andi, mereka akan mengajak KUD Pancuran Gading menjadi mitra PT SPR Trada dalam pengelolaan lahan 1.400 hektare tersebut.

Saat ini PT SPR Trada anak dari perusahaan PT SPR baru mengajukan Izin Pengelolaan Lahan seluas 5.100 hektar lebih kepada Kementrian LHK sejak tahun 2021.
"Kami sudah melakukan ini dengan mengacu pada UU yang berlaku baik itu UU Nomor 5 Tahun 1960, Peraturan Menteri Agraria Nomor 9 Tahun 1965, dan juga mengacu pada UU Cipta Karya yang baru. Dan saat ini kami menunggu sedikit lagi sebelum mengantongi Izin Pengelolaan Lahan yang kami ajukan," ungkap Andi.

Sembari menunggu Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Riau  tentang Pengelolaan Hutan pada Wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) disahkan kami mengajak masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani menjadi mitra PT SPR Trada.

Untuk mengelola lahan yang kami ajukan belum bisa, karna PT SPR Trada baru mengantongi rekomendasi penanaman modal dalam negeri untuk usaha hutan tanaman industri.

"Namun jika ada pihak yang menggarap lahan  PT SPR Trada yang sudah diajukan izin pengelolaanya, kami serahkan kepada DLHK Provinsi Riau," tutup mantan anggota DPRD Kabupaten Bengkalis dua periode ini.


( RED/ Tim) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update