Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Nasional Sorotan Daerah Berita Headline Peristiwa Megapolitan Hukum dan kriminal KRIMINAL TNI POLRI hukum Hukum & Kriminal TNI Politik TNI AD TNI/POLRI Pendidikan News/ Megapolitan Sosial Berita > Polri Agama News > Sorotan News > Megapolitan Bisnis Budaya Internasional Hukum -Nasional pemerintah Olahraga Ramadhan Artikel Kesehatan News > Nasional Hukum & Hukum dan Krimnal News/ Sorotan TNI & Polri Artikel Nasional News > Peristiwa Polri Polri Nasional google.com kegiatan Agama Artikel News advokasi Papua YouTube Google Facebook LinkedIn MetroTV opini sosial Ramadhan Anisa Baswedan Nasional Hukum&Kriminal News > Kriminal News > Polri News> Megapolitan News> TNI AD Peristiwa Daerah #youtube #google #hello #Lazada #facebook Anies Baswedan Nasional Diskusi Hukum dan Kirminal Nasional Artikel Google.com Nasional- sorotan -Politik News /Megapolitan Pendidikan Nasional Pertanian Politik > Nasional Polri-TNI Sorotan<Nasional TNI dan polri TNI& POLRI TNI-Polri Anies Baswedan Nasional Budaya Agama Corona Desa Palsari Ekonomi Ekonomi / News Gubernur Jawabarat Hilman Hukum &Kirminal Kebakaran Kriminalisasi Lalulintas Lowongan pekerjaan Musik Nasional -sorotan Nasional Artikel Google.com Jayawijaya Papua Nasional Sorotan Nasional polri Nasional& Sorotan Nasional<Sorotan Natal New> Nasional News / Hukum & Kriminal News > Hukum & Kriminal News >Megapolitan Olahraga POLRI Organisasi PERISTIWA -SOROTAN#Nasional Pemkot Bogor Peristiwa Nasional Peristiwa+Hukum dan Kriminal Peristiwa-daerah Peristiwa<Sorotan Peristiwa<Sorotan<Nasional Pertanian & Ekonomi Pimpinan Pompes Polri#Nasioanal Polri-Nasional -pendidikan Pristiwa Sorotan Pemerintah Sorotan Pemerintah Pacitan Sorotan hukum dan kriminal Sorotan-Nasional Sorotan<Viral Sorotan<peristiwa Sosial Islam Sosial LSM Sosial Ramadahan TNI Nasional TNI- POLRI TNI-AD kejadian oprasi gabungan pasar Ramadan sejarah

Pelaku Pemicu Keributan di Kampung Nafri Beberapa Waktu Lalu Ditetapkan Tersangka

Juli 22, 2023 | Sabtu, Juli 22, 2023 WIB
Jayapuradetiknewstv.com. - EE (32) seorang pria yang diduga kuat dan telah cukup bukti merupakan pelaku keributan antara dua kelompok masyarakat di Kampung Nafri pada Kamis (20/7) pagi lalu kini telah ditetapkan sebagai Tersangka oleh Penyidik Unit Reskrim Polsek Abepura.

Hal tersebut diungkapkan Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Dr. Victor D. Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si melalui Kapolsek Abepura AKP Soeparmanto, S.H saat dihubungi melalui telepon selulernya, Sabtu (22/7/2023).

Kapolsek menerangkan, EE berhasil dibekuk oleh tim opsnal reskrim Polsek Abepura dibantu tim Resmib Numbay pada sore harinya bertempat di  tempat persembunyiannya yang berlokasi di sebuah bangunan kecil di tengah laut yang berda di depan Kampung Nafri atau disekitar Venue Dayung Pantai Holtekamp beberapa saat setelah kejadian.

Saat dijemput oleh tim gabungan, EE membenarkan bahwa dirinya yang melakukan penganiayaan terhadap korban bernama Marthen Luter (41) yang kesehariannya berprofesi sebagai petani sayur.

"Jadi EE mengajui bahwa ia melakukan penganiayaan terhadap Marthen dengan cara memukul korban lebih dari satu kali di bagian kepala dan lehernya, dimana ia melakukannya dengan menggunakan alat bantu berupa sebilah parang," ungkap Kapolsek.

Lebih lanjut kata Kapolsek, EE diketahui melakukan perbuatannya dalam keadaan dipengaruhi minuman keras saat itu.

Beberapa saat setelah kejadian, pihak aparat Kepolisian yang mendatangi TKP langsung memediasi dua kubu masyarakat yang berkonflik tersebut.

"Dari hasil pertemuan, semua sepakat bahwa pelaku harus ditemukan dan pertanggungjawabkan perbuatannya sesuai aturan hukum yang berlaku," tambah Kapolsek.

Kapolsek juga menambahkan, kh ni EE bersama barang buktinya telah kami limpahkan ke Satuan Reskrim Polresta Jayapura Kota untuk proses penyidikannya.

Ditempat terpisah Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota AKP Oscar Fajar Rahadian, S.I.K., M.H membenarkan kini pihaknya telah melakukan langkah-langkah penyidikan terhadap pelaku EE dan kini telah mendekam di balik jeruji besi Mapolresta.

"Atas perbuatannya tersebut, tersangka EE terancam hukuman penjara maksimal 2 Tahun 8 bulan karena Penyidik sangkakan Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan," pungkas AKP Oscar.

Peristiwa penganiayaan yang dilakukan EE terhadap korban Marthen Luter terjadi pada Kamis (20/7) kemarin sekitar jam 6 pagi, dimana korban yang merupakan petani sayur melintas di TKP kemudian di palak sama pelaku EE dan dilanjutkan dengan penganiayaan oleh EE dengan menggunakan parang.

Korban yang mengalami kejadian tersebut oantas menghubungi rekan-rekannya untuk mendatangi lokasi kejadian, sempat terjadi ketegangan dengan masyarakat setempat namun cepat diatasi oleh pihak Kepolisian Sektor Abepura dan dibackup Polresta Jayapura Kota.

Penulis : Subhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update