Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Nasional Sorotan Daerah Berita Headline Peristiwa Megapolitan Hukum dan kriminal KRIMINAL TNI POLRI hukum Hukum & Kriminal TNI Politik TNI AD TNI/POLRI Pendidikan News/ Megapolitan Sosial Berita > Polri Agama News > Sorotan News > Megapolitan Bisnis Budaya Internasional Hukum -Nasional pemerintah Olahraga Ramadhan Artikel Kesehatan News > Nasional Hukum & Hukum dan Krimnal News/ Sorotan TNI & Polri Artikel Nasional News > Peristiwa Polri Polri Nasional google.com kegiatan Agama Artikel News advokasi Papua YouTube Google Facebook LinkedIn MetroTV opini sosial Ramadhan Anisa Baswedan Nasional Hukum&Kriminal News > Kriminal News > Polri News> Megapolitan News> TNI AD Peristiwa Daerah #youtube #google #hello #Lazada #facebook Anies Baswedan Nasional Diskusi Hukum dan Kirminal Nasional Artikel Google.com Nasional- sorotan -Politik News /Megapolitan Pendidikan Nasional Pertanian Politik > Nasional Polri-TNI Sorotan<Nasional TNI dan polri TNI& POLRI TNI-Polri Anies Baswedan Nasional Budaya Agama Corona Desa Palsari Ekonomi Ekonomi / News Gubernur Jawabarat Hilman Hukum &Kirminal Kebakaran Kriminalisasi Lalulintas Lowongan pekerjaan Musik Nasional -sorotan Nasional Artikel Google.com Jayawijaya Papua Nasional Sorotan Nasional polri Nasional& Sorotan Nasional<Sorotan Natal New> Nasional News / Hukum & Kriminal News > Hukum & Kriminal News >Megapolitan Olahraga POLRI Organisasi PERISTIWA -SOROTAN#Nasional Pemkot Bogor Peristiwa Nasional Peristiwa+Hukum dan Kriminal Peristiwa-daerah Peristiwa<Sorotan Peristiwa<Sorotan<Nasional Pertanian & Ekonomi Pimpinan Pompes Polri#Nasioanal Polri-Nasional -pendidikan Pristiwa Sorotan Pemerintah Sorotan Pemerintah Pacitan Sorotan hukum dan kriminal Sorotan-Nasional Sorotan<Viral Sorotan<peristiwa Sosial Islam Sosial LSM Sosial Ramadahan TNI Nasional TNI- POLRI TNI-AD kejadian oprasi gabungan pasar Ramadan sejarah

BUPATI JAYAWIJAYA JOHN RICARD BANUA HARUS MUNDUR

Juni 14, 2023 | Rabu, Juni 14, 2023 WIB
Seluruh keluarga Besar Papua Pegunungan lebih khusus Kota Wamena, Lembah Balim,, Kabupaten Jayawijaya saya mengajak, mari kita semua bersatu, untuk satukan pikiran dan tindakan dengan konsentrasi penuh memikirkan, apa penyebab utama dari kerusuhan penembakan pembunuhan dan seluruh kekacauan Kota Wamena selama John Ricard Banua bukan Putra Asli Lembah Balim Jayawijaya ini menjadi Bupati, selalu dan terus ratusan nyawa rakyat terus berjatuhan.

Kini sudah saatnya seluruh rakyat Lembah Baliem Jayawijaya untuk bersatu mengembalikan Kabupaten Jayawijaya ketangan Putra-Putri Asli Lembah Balim Jayawijaya sendiri.

Penembakan kerusuhan dan begitu banyak kematian dan kita terus kehilangan nyawa dan harta, darah dan air mata terlalu banyak tumpah secara sia-sia demi sesuatu yang tidak berarti, nyawa keluarga kita, nyawa manusia terus berjatuhan, mereka anak-anak muda, para pemuda, manusia Lembah Balim Jayawijaya terus berjatuhan terus menerus dan terakhir kerusuhan pasar Sinagma harus kita akhiri. 

Semua kekacauan dan penembakan oleh aparat yang seharusnya melindungi rakyat malah sebaliknya, kita terlalu banyak kehilangan nyawa anggota keluarga kita ditangan militer, rakyat sipil tanpa senjata ditembak mati, gedung-gedung pemerintah dibakar massa, toko-toko dan ruko-ruko milik pendatang (urban) terus dibakar. 

Semua bentuk kekacauan dan pembunuhan ini penyebab utama dan sebagai dampak buruk bisa terjadi dan terus berlangsung penyebab utama terutama disebabkan hari ini Jayawijaya ditangan orang Lembah Balim Jayawijaya.

Oleh sebab itu

Sudah saatnya pemimpin dan Kepala Daerah Jayawijaya harus dikembalikan ketangan putra terbaik anak-anak Putra Daerah Lembah Baliem Kabupaten Jayawijaya sendiri sebagai pemilik hak kesulungan sesuai semangat Otonomi Khusus Papua.

Saudara John Riicard Banua (JRB) sudah cukup membawa musibah, menyebabkan kerusuhan demi kerusuhan. Orang ini tidak boleh dibiarkan tetap manjadi Bupati Jayawijay dan terus membawa korban demi korban berjatuhan.

Hentikan dan keluarkan JRB dari kepemimpinan Jayawijaya hari ini juga karena dia terlalu sering membawa malapetaka, JRB sudah cukup menyebabkan terlalu banyak nyawa rakyat jadi korban sia-sia berjatuhan. 

Kita terlalu sering dan terlalu banyak kehilangan nyawa keluarga untuk selama-selamanya, Bupati JRB membawa masuk kebodohan dan memilihara kebodohan dan keterbelakangan disaat Papua sudah Otonomi Khusus yang itu saatnya Kekuasaan Wajib ditangan Putra Daerah Lembah Baliem Jayawijaya sendiri.

Mari kita bersatu, sudah saatnya seluruh masyarakt Lembah Baliem dibantu oleh kelurga Seluruh Papua pegunungan wajib membantu mengusir kepemimpinan John Ricard Banua (JRB) dari Lembah Balim Kabupaten Jayawijaya sebagai Kabupaten induk dan kini Propinsi Papua Pegunungan.

Hentikan JRB pembawa malapetaka Kabuoaten Jayawijaya.

Ismail Asso AP AI WEREK (Putra Asli) Lembah Baliem Jayawijaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update