Jakarta- Keindahan alam dan panorama pegunungan dan jajaran bukit Barisan nun indah.Di kawasan Dolok Surungan, Kecamatan Habinsaran, Toba, Sumatera Utara layak dikembangkan jadi objek wisata alam asri.
Masalahnya, pembangunan infrastrukturjalan yang selama ini rusak berat di kawasan hutan Sitangkereng, Dusun Sitonggitonggi, Desa Sibide Kecamatan Silaen, Toba, baru dimulai.
Petugas lapangan dari Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Kabupaten Toba, sejak awal Januari 2026, telah mengerahkan armada alat berat untuk pelebaran Jalan Kabupaten di Tombak Sitangkereng dengan pelebaran badan jalan 4,7 meter.
Proyek pelebaran infrastrukturjalan dari Dusun Sitonggitonggi menuju pasar tradisional lama/Onan lama Tornaganjang, Desa Lumbangaol sepanjang lima kilo meter diharapkan bisa tuntas hingga pengerasan dengan batu sampai pengaspalan hotmix.
Sebab tanpa pengerasan dengan batu, proyek pembangunan infrastrukturjalan yang dikerjakan pemerintah Kabupaten Toba ini bakal cepat menjadi kubangan lumpur.Karena faktor curah hujan tinggi di kawasan Margasatwa Dolok Surungan.Dengan ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut.
Jika hambatan infrastrukturjalan yang selama ini menjadi beban berat buat pengembangan potensi wisata alam dan roda perekonomian, kini terbuka peluang besar mengembangkan sayap industri wisata alam ke kawasan Dolok Surungan.Sekitar 80 kilo meter arah timur kota Balige, ibu kota Kabupaten Toba.
Kebijakan Bupati Toba Effendi Napitupulu, SE yang memutuskan pembangunan infrastrukturjalan rusak berat di kawasan hutan/Tombak Sitangkereng patut kita apresiasi.Ini merupakan langkah maju dalam masa kepemimpinannya satu tahun lebih.
Tentunya ditopang birokrasi yang bergerak cepat dan tanggap mengikuti dinamika masyarakat Toba khusus di daerah pegunungan terpencil kawasan Dolok Surungan.Sebelumnya, kurang mendapat perhatian dari Kepala Daerah Toba.Dengan alasan klasik, anggaran pembangunan infrastrukturjalan sangat terbatas.Apalagi untuk daerah pelosok yang terpencil dan tertinggal seperti kawasan Dolok Surungan.Dianggap kurang populis.
Selama kurun waktu satu tahun, kinerja pasangan Bupati Toba dan Wakilnya Murphy Sitorus menunjukkan, konsentrasi di sektor pembangunan infrastrukturjalan, infrastrukturpendikan dan pelayanan umum.
Dengan demikian, alasan klasik: Anggaran terbatas ternyata bisa disiasati dengan skala prioritas walaupun dianggap masyarakat perkotaan kurang populis.
Padahal, jika pimpinan daerah mempunyai kemauan politik landasan argumentasinya sangat kuat:Demi pemerataan anggaran pembangunan hingga pelosok Tanah Air.
Semoga langkah selanjutnya ada terobosan yang siginifikan memajukan daerah Kecamatan Habinsaran, Borbor, Onan Sau/Habornas yang luasnya 60 persen dari seluruh wilayah Kabupaten Toba.
Horas Tano Batak.
( Hardi / Luddin.P)