Jakarta - Pekerjaan konstruksi saluran di Jalan Lodan Raya, Lodan I, Lodan III dan Mas Koki Raya, Kelurahan Jati, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur menjadi sorotan publik hingga warga setempat.
Luhandry selaku warga heran atas kinerja kontraktor pelaksana.
Berdasarkan rencana konstruksi saluran/ lantai kerja," pakta dilapangan tidak dilakukan," tegas Luhandry, dan juga selaku pegiat media sosial.
Dikatakan, mengacu pada gambar dan rencana Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Timur.
Tampak dilapangan pada saat kegiatan berlangsung, diduga tidak sesuai dengan konstruksi pemasangan u-ditch. Antara lain:
* Peil existing atau ketinggian asli lahan saat kondisi awal sebelum dibangun terkesan asal-asalan.
* Peil Dasar Saluran (ukuran ketinggian).elevasi ( posisi vertikal), pada bagian dasar atau lantai bawah dari saluran air atau drainase terhadap titik referensi tertentu dipertanyakan.
* Peil rencana (target ketinggian yang di inginkan setelah proyek selesai). juga menjadi sorotan.
* Rencana konstruksi saluran (saluran u-ditch untuk membuat lantai kerja
* tidak menggunakan Lantai kerja (1) t-5 cm. (2).pasir urug t-10 tujuannya adalah agar posisi beton stabil.
Lantas kenapa hal tersebut dibiarkan, kemana konsultan pengawas dan pengawasan Sudin SDA Jakarta Timur ?
"Hal tersebut menjadi presiden buruk dan Ibarat rumah tanpa pondasi.
Tidak hanya itu, tampak pemadatan urugan tanah kembali bekas galian, juga tidak dilakukan dengan padat, hal tersebut akan menjadi celah terjadi penurunan tanah disisi kiri dan sisi kanan u-ditch.
Lantas kemana anggaran biaya lantai kerja tersebut, bukankah sudah dianggarkan sesuai dengan RAB ( Rencana Anggaran Biaya) ?
Akibat tidak menggunakan lantai kerja, hal tersebut juga akan menguntungkan pihak kontraktor dari segi tenaga kerja.
Termasuk waktu pekerjaan, juga kejar tayang, tadinya menggunakan lantai kerja, hal tersebut akan menunggu beberapa hari baru dilakukan pemeriksaan u-ditch sesuai dengan konstruksi pemasangan u-ditch didalam saluran.
Hal tersebut membuktikan kinerja kontraktor pelaksana PT. Lumbung Utama Konstruksi dipertanyakan dan tidak propesional alias amatiran, ribuan mata Plototin kegiatan tersebut.
Hingga dibeberapa titik terendus pengurangan volume. lokasi di Jalan Mas Koki Raya dan Jalan Lodan I & III Kelurahan Jati, Kecamatan Rawamangun, Jakarta Timur, desak Sudin SDA supaya dibongkar ulang kembali kegiatan tersebut.
Diketahui pelaksanaan proyek tersebut dikerjakan oleh pihak ketiga (penyedia jasa) PT. Lumbung Utama Konstruksi, sementara
konsultan pengawas PT. Mugi Reka Perdana, dengan nilai Kontak Rp 1.471.266.430, 00
Fakta yang terjadi di lapangan, pelaksana/ penanggung jawab proyek dan konsultan pengawas tidak berhasil dimintain keterangan terkait pekerjaan yang nota bene "asal jadi".
Khususnya terkait konstruksi pemasangan lantai kerja, sebagaimana dengan gambar dan rencana yang ditanda tangani Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) atau Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Timur, hanya diatas kertas," tegas Luhanry.
Namun praktiknya dilapangan, justru bertolak belakang.
Tampak konstruksi pemasangan u-ditch tidak sesuai spesifikasi teknis dan tidak menggunakan lantai kerja dan pasir urug hingga terindikasi terjadi kerugian Negara," tambah Luhanry, kepada sejumlah awak media. Senin (5/10/2026).
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kota Administrasi Jakarta Timur, Abdul Rauf Gafar dan
Kasi Pembangunan
Suku Dinas Sumber Daya Air (Kasudin SDA) Kota Administrasi Jakarta Timur
Tengku Saugi Zikri, saat dihubungi lewat aplikasi WhatsAppnya, yang bersangkutan tidak memberikan respon.Rabu.(30/9/2026).
( Lian )