Bandung ll Masyarakat Tidak bisa mendapatkan Penukaran uang Pecahan/receh melalui Bank Indonesia walaupun melalui Cabang cabang Bank ditiap daerah salah satu contoh Didaerah Jawa Barat tidak bisa diperoleh uang pecahan/receh berupa uang 1 rb,2 ribu,5 ribu,10 rb dan uang 20 rb disaat menjelang Hari Lebaran Idul Fitri,
Apa memang Bank Indonesia tidak menyiapkan uang tersebut kepada masyarakat atau memang ada unsur sengaja yang bermain oknum Bank yang tidak mau mengedarkan uang pecahan tersebut,
Menurut informasi diberbagai dilapangan mengatakan bahwa oknum Bank yang nakal bisa nukar pake jasa kepada calon penukar uang pecahan tersebut disaat momen lebaran,
Masyarakat mengharapkan Pemerintah melalui menteri keuangan dan Gubernur Bank Indonesia supaya melakukan pembaharuan dan mengawasi oknum oknum Bank yang bermain untuk Penukaran uang pecahan tersebut.
Karena orang yang punya uang langsung keoknum Bank untuk Penukaran uang pecahan diduga adanya imbalan jasa jadinya uang rupiah diperjualbelikan oleh oknum Bank yang nakal dengan masyarakat yang punya uang besar untuk diperjualbelikan dijalan jalan disaat mau lebaran tiba.
Soalnya sudah tradisi tiap tahunnya,Gara gara oknum Bank yang nakal jadinya masyarakat begitu susah menukarkan uangnya ke bank karena ulah dari oknum nakal tersebut.
Diharapkan Pemerintah harus menindak tegas oknum nakal tersebut jangan sampai merugikan negara karena rupiah bisa diperjual belikan dimasyarakat disaat momen lebaran tiap tahunnya.
Masyarakat mendatangi cabang Bank bagian kasir Bank mengatakan tidak ada uang baru pecahan dikantor kami karena belum dikirim dari pusat katanya.
Kadang kadang masyarakat dan petugas Bank ribut karena tidak mendapatkan uang baru pecahan/receh dan kadang-kadang diarahkan untuk mendaftar melalui akun pintar akan tetapi tetap tidak bisa karena semuanya sudah dikendalikan oknum Bank yang nakal tersebut jadi yang dialami masyarakat tidak bisa mendaftar karena kepenuhan kouta.
Masyarakat selalu mengharapkan Pemerintah harus turun tangan untuk mengatasinya supaya tidak berlarut dalam hal ini kalau gini terus Negara mau dibawa kemana.
( Hardi)