KANDIS ll Aksi semena-mena kali ini ditunjukkan oleh J&T Express yang beralamat di Pasar Minggu, Kelurahan Kandis Kota Kecamatan Kandis. Diketahui bahwa J&T Express berada di bawah naungan PT Global Jet Express. Perusahaan jasa kurir yang didirikan pada 20 Agustus 2015 oleh Jet Lee dan Tony Chen, yang sebelumnya merupakan eksekutif OPPO Indonesia dan internasional. J&T sendiri berkantor pusat di Jakarta dan berfokus pada pengiriman paket e-commerce.
Aksi semena-mena oleh J&T Express Pasar Minggu Kandis kali ini adalah dengan melakukan penyekapan pada salah satu karyawan hingga korban mengalami pinsan juga perampasan sepeda motor milik karyawan.
"Anak saya saat ini mengalami depresi, memang benar ada keteledoran hingga perusahaan mengalami kerugian sebesar 11jt namun apakah tindakan leader J&T dengan merampas dan menyekap anak saya hingga mengalami pingsan adalah hal yang wajar? Sedangkan sedari awal sewaktu masuk kerja, anak saya sudah menyerahkan agunan atau jaminan berupa BPKB sepeda motor juga Ijazah terakhir sekolah. Belum lagi gaji anak saya sebesar 5jutaan yang belum dibayarkan, arti katanya kalau pun dipotong antara kerugian dengan honor berati perusahaan mengalami kerugian berkisar 6jutaan saja," ungkap Ibu Daniel, Selasa, (05/05/26).
Kekecewaan Warga Kelurahan Kandis Kota itu tidak hanya sampai disana, dengan lugas Ibu Daniel menceritakan kronologis yang dialami oleh salah seorang kurir yang notabene masih merupakan anaknya,
"Kejadiannya pada bulan Maret 2026 lalu, dimana anak saya yang juga bekerja sebagai kurir J&T telah melakukan perbuatan merugikan perusahaan sebesar 28jutaan. Waktu itu dengan dampingan Bhabinkamtibmas juga Babinsa Kandis Kota saya menyerah dan bermaksud menyelesaikan secara kekeluargaan. Dimana pada akhirnya kerugian perusahaan sebesar 28jutaan dibayarkan 21juta dan sisanya akan dipotong dari setengah gaji setiap bulan yang akan diterima anak saya yang sesuai perjanjian bersurat hitam diatas putih dan bermaterai ditandatangani oleh leader J&T, namun akhirnya anak saya tidak dipekerjakan kembali," tambah Ibu Daniel dengan sedu sedan menahan isak tangis.
Menerima informasi terkait kesewenang-wenangan J&T Express Pasar Minggu Kandis, awak media ini mencoba untuk mengklarifikasi namun Leader bersangkutan menghindar bahkan saat awak media melayangkan chat lewat aplikasi whatsapp, leader membalas dengan kalimat dramatis,
"Pagi pak, silahkan izin ke perusahaan dulu ya pak terkait apa yang mau di obrolkan atau yang mau di sampaikan, terimakasih," balas Hasran Siregar, Leader J&T.
Merasa tiadanya titik temu, Ibu Daniel diketahui saat ini telah melakukan pelaporan di Polsek Kandis untuk mengharapkan mendapatkan keadilan.
( Ndi )