Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

MAN 1 Inhu Taja Gerakan Literasi Budaya Melayu Riau Bersama Sastrawan Riau

Mei 17, 2024 | Mei 17, 2024 WIB Last Updated 2024-05-17T08:03:24Z
Indragiri Hulu, DetikNewstv.com-Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Indragiri Hulu Provinsi Riau melaksanakan Motivasi Literasi Budaya Melayu Riau bertema “Literasi Merupakan Tradisi Intelektual Muslim Sepanjang Masa”. Kegiatan ini dilaksanakan di Mesjid At-Taqwa MAN 1 Inhu pada Jumat pagi (17/05/2024) yang menghadirkan sastrawan/ budayawan Riau, Dr. H. Griven H. Putera, M.Ag.

Kepala MAN 1 Inhu, Suparman S.Ag, M.Pd mengucapkan terima kasih kepada Dr Griven yang telah menyempatkan waktu bersilaturahim kepada keluarga besar MAN 1 Inhu, dan memberikan secercah ilmunya untuk memotivasi agar siswa-siswi serta keluarga besar MAN 1 Inhu agar giat berliterasi.

Kepala MAN 1 Inhu ini merasa bersyukur dan berterima kasih atas semua ilmu yang diberikan oleh pakar budaya Riau ini kepada peserta didik MAN 1 Inhu yang merupakan sebagai cikal bakal pemerhati budaya dan intelektual di kabupaten Inhu dan provinsi Riau pada umumnya di masa depan.

Suparman juga berharap, pertemuan seperti ini hendaknya lebih banyak dilaksanakan di setiap lembaga-lembaga pendidikan yang ada di Provinsi Riau karena saat ini konsep budaya yang ada di Riau sudah tidak banyak lagi dikenal di kalangan generasi muda.

Kegiatan yang dihadiri siswa kelas X dan XI serta majelis guru ini berlangsung dengan baik dan lancar. Dalam penyampaiannya, Dr Griven menyebutkan bahwa dunia literasi ini merupakan tardisi intelektual muslim. Bahkan mukjizat terbesar Nabi Muhammad Saw adalah al-Quran yaitu sebuah kitab atau buku pedoman hidup manusia.

Tradisi itu dilanjutkan para ulama, seperti Imam Syafi’I,  Imam Bukhari, Imam Muslim, Al-Farabi, Ibnu Arabi, Jalaluddin As-Sayuti, Ibnu ‘Athiyah Al-Andalusi hingga para ulama di Negeri Melayu, seperti Raja Ali Haji, Syekh Abdurrahman Shiddiq Al-Banjari/Al-Indragiri, Hamzah Fansury, Syah Kuala, dan Indonesia mutakhir sendiri, seperti Buya Hamka, Tenas Effendy dan lain sebagainya.   

Menurut Griven, bahkan Indragiri Hulu pun melahirkan para pengarang hebat, seperti Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri, Idrus Tintin sang sultan teater Riau dan lain-lain.

“Karena kita punya tradisi intelektual dalam dunia literasi di masa lalu bahkan sampai hari ini, maka sejatinya itu semua menjadi inspirasi bagi siswa-siswi MAN 1 agar menjadi penulis hebat di masa depan,” ungkapnya.

“Profesi kalian besok boleh apa saja tapi jadi penulis tetap lanjut. Jadi dokter silakan, jadi ustaz teruskan, jadi kepala lembaga ini dan itu terus saja. Jadi apa saja silakan, tapi yang terpenting tetap menulis karena menulis itu sebagai tugas seorang intelek, tugas seorang terpelajar,” ungkap Widyaiswara Loka Diklat Keagamaan Pekanbaru ini.

Lebih lanjut Dr Griven menyampaikan bahwa kunci menjadi penulis itu ada tiga saja. yaitu pertama banyak membaca, sebagai telah diisyaratkan oleh al-Quran, surat Al-‘Alaq ayat 1-5 yang merupakan ayat yang pertama turun. Kedua, tekun berlatih menulis atau pembiasaan menulis. Ketekunan ini akan membuahkan hasil yang maksimal. Ketiga, memohon kepada Allah Swt Sang pemilik ilmu. 

“Membaca kemudian menulis. Lakukan itu terus menerus tanpa henti. Membaca itu berupa membaca yang tampak, juga dalam bentuk membaca sesuatu yang tersirat di alam ini. Setelah terus berlatih, maka serahkan semuanya kepada Allah Swt sebagai Pencipta alam ini. Kalau sudah begitu, insya Allah akan mampu menjadi penulis,” ungkapnya.

Di akhir kegiatan, Dr. Griven menyerahkan salah satu karyanya kepada Kepala MAN 1 Inhu, Suparman, S.Ag, M.untuk dikoleksi perpustakaan MAN 1Inhu.


( Zur )
×
Berita Terbaru Update