Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Nasional Sorotan Daerah Berita Peristiwa Headline Megapolitan Hukum dan kriminal KRIMINAL TNI POLRI Hukum & Kriminal hukum TNI Politik TNI AD TNI/POLRI Pendidikan News/ Megapolitan Sosial Berita > Polri Agama News > Sorotan News > Megapolitan Bisnis Budaya Internasional Hukum -Nasional pemerintah Ramadhan Artikel Olahraga Kesehatan News > Nasional Hukum & Hukum dan Krimnal News/ Sorotan TNI & Polri Artikel Nasional News > Peristiwa Polri Polri Nasional google.com kegiatan Agama Artikel News advokasi Papua YouTube Google Facebook LinkedIn MetroTV opini sosial Ramadhan Anisa Baswedan Nasional Hukum&Kriminal News > Kriminal News > Polri News> Megapolitan News> TNI AD Peristiwa Daerah #youtube #google #hello #Lazada #facebook Anies Baswedan Nasional Diskusi Hukum dan Kirminal Nasional Artikel Google.com Nasional- sorotan -Politik News /Megapolitan Pendidikan Nasional Pertanian Politik > Nasional Polri-TNI Sorotan<Nasional TNI dan polri TNI& POLRI TNI-Polri Anies Baswedan Nasional Budaya Agama Corona Desa Palsari Ekonomi Ekonomi / News Gubernur Jawabarat Hilman Hukum &Kirminal Kebakaran Kriminalisasi Lalulintas Lowongan pekerjaan Musik Nasional -sorotan Nasional Artikel Google.com Jayawijaya Papua Nasional Sorotan Nasional polri Nasional& Sorotan Nasional<Sorotan Natal New> Nasional News / Hukum & Kriminal News > Hukum & Kriminal News >Megapolitan Olahraga POLRI Organisasi PERISTIWA -SOROTAN#Nasional Pemkot Bogor Peristiwa Nasional Peristiwa+Hukum dan Kriminal Peristiwa-daerah Peristiwa<Sorotan Peristiwa<Sorotan<Nasional Pertanian & Ekonomi Pimpinan Pompes Polri#Nasioanal Polri-Nasional -pendidikan Pristiwa Sorotan Pemerintah Sorotan Pemerintah Pacitan Sorotan hukum dan kriminal Sorotan-Nasional Sorotan<Viral Sorotan<peristiwa Sosial Islam Sosial LSM Sosial Ramadahan TNI Nasional TNI- POLRI TNI-AD kejadian oprasi gabungan pasar Ramadan sejarah

Upika Kandis Taja Focus Grup Discussion Guna Cegah Karlahut

Maret 25, 2024 | Senin, Maret 25, 2024 WIB
Siak,DetikNewstv.com-Bertempat di Aula Gedung Kecamatan Kandis, Upika (Unit Pimpinan Kerja, red), menggelar Kegiatan FGD ( Focus Grup Discussion ) Tentang Penanggulangan kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di Kecamatan Kandis pada Senin, (25/03/'24). 

Terlihat hadir dalam kesempatan itu Camat Kandis, Said Irwan SE MIp, Kapolsek Kandis, Kompol David Richardo SIK, Danramil Kandis, Kapten Inf Bukti Sitepu melalui Pelda JP Sihombing, KAUR Damkar Kandis, Abidin Halomoan, tidak ketinggalan para Bhabinkamtibmas dan Babinsa juga Lurah dan Penghulu se Kecamatan Kandis

Dalam pertemuan itu, Camat Said menuturkan bahwa Posko Karlahut bertempat di Kantor Kecamatan, 

"Dulunya kita sebut Karhutla namun sekarang berganti menjadi karlahut sama saja sebenarnya hanya dewasa ini hutan sudah menipis dan berganti dengan lahan masyarakat. Untuk posko Karlahut kita tempatkan di Gedung Kantor Kecamatan dimana nanti akan dilengkapi dengan Panel data serta data-data sarana prasarana sekaligus data personal atau petugas terkait dengan penanggulangan Karlahut serta data embung yang ada di Kecamatan Kandis," ungkap Camat. 

Ssmentara itu, Kompol David meminta agar data embung dan sumber mata air untuk lebih di update,

"Kepolisian memiliki aplikasi dasboard lancang kuning yang dapat memantau titik hotspot sampai ke tingkat nasional. Terkait karlahut, pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap para pelaku pembakaran serta melakukan police line di TKP kebakaran sehingga pihak terkait termasuk pihak perusahaan bisa saling bekerjasama dalam penanggulangan Karhutla tersebut.
 Untuk data embung agar di update lagi juga sumber mata air disamping itu Bhabinkamtibmas agar tidak bosan untuk memberikan himbauan kepada Masyarakat dan mensosialisasikan sanksi hukum atau pidana bagi pelaku pembakaran," ulasnya. 

Terkait Karlahut, tentunya Masyarakat tidak boleh lengah. Pantauan didaerah yang rawan khususnya seperti di Kampung Pencing Bekulo juga di Kampung Samsam. Hal ini sesuai dengan intruksi dari Danramil Kandis sendiri terlepas masih adanya kendala tapal batas yang belum juga terselesaikan hingga kini, sebagaimana penyampaian dari Penghulu Kampung Samsam, Suparsono, 

"Terkait permasalahan tapal perbatasan wilayah agar diperjelas kembali, karena data peta yang dipakai masih data yang lama sehingga dilapangan sering terjadi masalah dengan pemangku wilayah lain. Disamping itu juga kami berharap agar Upika berkenan menyampaikan pada Perusahaan agar lebih memperhatikan honor MPA atau Manusia Peduli Api yang jauh-jauh hari telah terbentuk atas inspirasi dari Perusahaan yang ada di wilayah Kandis," ujar Suparsono. 

Giat itu terlihat berjalan dengan alot dan lancar namun sayangnya kegiatan penting sedemikian itu tidak terpantau dihadiri oleh pihak atau perwakilan dari Perusahaan.


Penulis : Ndi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update