Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Nasional Sorotan Daerah Berita Peristiwa Headline Hukum dan kriminal Megapolitan TNI POLRI KRIMINAL Hukum & Kriminal hukum Politik TNI AD TNI TNI/POLRI Pendidikan Berita > Polri Sosial Agama News/ Megapolitan News > Sorotan News > Megapolitan Bisnis Internasional Hukum -Nasional Budaya Ramadhan pemerintah Artikel Olahraga News > Nasional Hukum & Hukum dan Krimnal Kesehatan News/ Sorotan TNI & Polri Artikel Nasional News > Peristiwa Polri Polri Nasional google.com kegiatan Agama Artikel News advokasi Papua YouTube Google Facebook LinkedIn MetroTV opini Anisa Baswedan Nasional Hukum&Kriminal News > Kriminal News > Polri News> Megapolitan News> TNI AD Peristiwa Daerah sosial Ramadhan #youtube #google #hello #Lazada #facebook Anies Baswedan Nasional Diskusi Hukum dan Kirminal Nasional Artikel Google.com Nasional- sorotan -Politik News /Megapolitan Pendidikan Nasional Pertanian Politik > Nasional Polri-TNI Sorotan<Nasional TNI dan polri TNI& POLRI TNI-Polri Anies Baswedan Nasional Budaya Agama Corona Desa Palsari Ekonomi Ekonomi / News Gubernur Jawabarat Hilman Hukum &Kirminal Kebakaran Kriminalisasi Lalulintas Lowongan pekerjaan Musik Nasional -sorotan Nasional Artikel Google.com Jayawijaya Papua Nasional Sorotan Nasional polri Nasional& Sorotan Nasional<Sorotan Natal New> Nasional News / Hukum & Kriminal News > Hukum & Kriminal News >Megapolitan Olahraga POLRI Organisasi PERISTIWA -SOROTAN#Nasional Pemkot Bogor Peristiwa Nasional Peristiwa+Hukum dan Kriminal Peristiwa-daerah Peristiwa<Sorotan Peristiwa<Sorotan<Nasional Pertanian & Ekonomi Pimpinan Pompes Polri#Nasioanal Polri-Nasional -pendidikan Pristiwa Sorotan Pemerintah Sorotan Pemerintah Pacitan Sorotan hukum dan kriminal Sorotan-Nasional Sorotan<Viral Sorotan<peristiwa Sosial Islam Sosial LSM Sosial Ramadahan TNI Nasional TNI- POLRI TNI-AD kejadian oprasi gabungan pasar Ramadan sejarah

Tim Hukum Merah Putih Meminta Masyarakat Tetap Menjaga Perdamaian Jelang Pemilu-Pilpres

Februari 13, 2024 | Selasa, Februari 13, 2024 WIB
JAKARTA, DetikNewstv.com-Memasuki masa tenang kampanye yang berakhir di Jam 00, 11 Febuari 2024. Ternyata masih ada orang yang diduga menyebarkan berita Hoax. Seperti terjadi baru-baru ini, beredar video pendek diduga seorang Pria sedang keadaan telungkep karena dipiting oleh beberapa orang. Selain itu juga beredar pemberitaan tentang dugaan korupsi dan pemutaran video yang diduga mengandung fitnah.

Untuk itu, Tim Hukum Merah Putih yang diketuai oleh C Suhadi SH MH, Sekjen M Kunang SH MH dan pengurus Dr Weldy Jevis Saleh SH MH menanggapi pemberitaan yang beredar di media massa maupun di medsos.

"Kami menyayangkan berita-berita seperti itu yang kami duga berita hoax disebarkan saat masa tenang kampanye, menurut kami ini merugikan paslon capres tertentu," kata C Suhadi SH MH kepada wartawan, di Jakarta, Senin (12/2/2024).

Menurutnya kalau memang ada dugaan pelanggaran hukum termasuk korupsi, wilayahnya laporan atau aduan baik ke Kepolisian, Kejaksaan maupun ke KPK.

"Ini yang kami sayangkan, kenapa diblash di media maupun medsos, tujuannya sudah jelas menyerang paslon capres tertentu, menurut Team Hukum Merah putih sangat tidak fair," jelas Suhadi.

Termasuk launching film yang diduga banyak mengandung fitnah dilakukan pada saat hari tenang jelang Pilpres. Dugaan pemukulan yang terjadi di JIS, menurutnya juga tidak fair, kalau memang betul terjadi, harusnya diungkap siapa yang menyuruh, siapa yang mengungkap, jangan hanya menarasikan menyerang seseorang saja.

"Mengapa ini berurutan satu dengan yang lainnya, tentu ini ada kaitannya dan motifnya kami duga menyerang paslon capres," tegas Suhadi.

Sementara pengurus Tim Hukum Merah Putih Dr Weldy Jevis Saleh SH MH menyayangkan adanya tuduhan Pj kepala daerah dimaksudkan untuk memenangkan paslon tertentu. Menurutnya mekanisme ini sudah disetujui oleh pemerintah dan legislative yang kemudian menjadi undang-undang.

"Jadi tidak fair kalau hanya menyalahkan salah satu pihak, karena sudah disepakati oleh pemerintah dan DPR yang berisi semua partai," papar Weldy.

Di tempat yang sama Sekjen Team Hukum Merah putih M Kunang SH MH meminta seluruh elemen untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta jangan mau dipecahbelah hanya karena beda pilihan.

"Biarkan rakyat bebas menentukan siapapun yang terpilih mulai dari caleg, DPD dan Capres Cawapres, harus kita hormati karena itu suara pilihan rakyat, jika menemukan dugaan kecurangan pemilu, selesaikan dengan mekanisme hukum yang telah disediakan," pungkas Kunang.


( Doni) 
Sumber : Dewas DPC AWIBB Bekasi Raya 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update