Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Nasional Sorotan Daerah Berita Peristiwa Headline Megapolitan Hukum dan kriminal TNI POLRI KRIMINAL Hukum & Kriminal hukum Politik TNI TNI AD TNI/POLRI Pendidikan Berita > Polri Sosial Agama News/ Megapolitan News > Sorotan News > Megapolitan Bisnis Internasional Hukum -Nasional Budaya Ramadhan pemerintah Artikel Olahraga News > Nasional Kesehatan Hukum & Hukum dan Krimnal News/ Sorotan TNI & Polri Artikel Nasional News > Peristiwa Polri Polri Nasional google.com kegiatan Agama Artikel News advokasi Papua YouTube Google Facebook LinkedIn MetroTV opini Anisa Baswedan Nasional Hukum&Kriminal News > Kriminal News > Polri News> Megapolitan News> TNI AD Peristiwa Daerah sosial Ramadhan #youtube #google #hello #Lazada #facebook Anies Baswedan Nasional Diskusi Hukum dan Kirminal Nasional Artikel Google.com Nasional- sorotan -Politik News /Megapolitan Pendidikan Nasional Pertanian Politik > Nasional Polri-TNI Sorotan<Nasional TNI dan polri TNI& POLRI TNI-Polri Anies Baswedan Nasional Budaya Agama Corona Desa Palsari Ekonomi Ekonomi / News Gubernur Jawabarat Hilman Hukum &Kirminal Kebakaran Kriminalisasi Lalulintas Lowongan pekerjaan Musik Nasional -sorotan Nasional Artikel Google.com Jayawijaya Papua Nasional Sorotan Nasional polri Nasional& Sorotan Nasional<Sorotan Natal New> Nasional News / Hukum & Kriminal News > Hukum & Kriminal News >Megapolitan Olahraga POLRI Organisasi PERISTIWA -SOROTAN#Nasional Pemkot Bogor Peristiwa Nasional Peristiwa+Hukum dan Kriminal Peristiwa-daerah Peristiwa<Sorotan Peristiwa<Sorotan<Nasional Pertanian & Ekonomi Pimpinan Pompes Polri#Nasioanal Polri-Nasional -pendidikan Pristiwa Sorotan Pemerintah Sorotan Pemerintah Pacitan Sorotan hukum dan kriminal Sorotan-Nasional Sorotan<Viral Sorotan<peristiwa Sosial Islam Sosial LSM Sosial Ramadahan TNI Nasional TNI- POLRI TNI-AD kejadian oprasi gabungan pasar Ramadan sejarah

Demo Dugaan Mark-up Dana BOS SMPN Se-Kota Bekasi Tuntut Kajari Mundur

November 08, 2023 | Rabu, November 08, 2023 WIB
Kota Bekasi, detiknewstv.com- Aksi puluhan mahasiswa yang menamakan Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (GEMASI)  di depan Gedung Kejari Kota Bekasi sempat ricuh. Rabu (08/11/2023).

Massa aksi menyoroti pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk bantuan oprasional pendidikan adalah dana dialokasikan khusus non fisik diperuntukan mendukung biaya operasional non personalia bagi satuan pendidikan.

Mereka menduga dana tersebut di Mark-up dan dugaan juga soal tindak pindana kasus korupsi pada pembelajan barang printer Printer L3210 dan printer 3250 dan televisi yang menggunakan dana BOS pada tahun anggaran 2022 di setiap SMP Negeri se-Kota Bekasi.

"Dana BOS yang seharusnya dikelola sekolah dengan baik, yang berfungsi untuk memfasilitasi kegiatan operasional belajar mengajar para siswa, tapi kami menemukan adanya dugaan tindakan Mark-up dan tindak pidana kasus korupsi pada pengadaan belanja printer di seluruh SMP negeri se-Kota Bekasi," ungkap Korlap aksi Dicky Armanda, Rabu (8/11/2023)

"Kami menyampaikan apa yang menjadi hasil temuan kami kepada Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, bahwa ada tindakan curang yang dilakukan oknum tersebut, jangan sampai datangnya kami ke sini mengutuk Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, bobrok dalam penanganan kasus korupsi dana pusat," lanjut Dicky Armanda.

Di tengah berjalannya aksi demontrasi terjadi, kericuhan massa aksi membakar ban, dan memaksa masuk ke gedung Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, karena geram pada aksinya tidak didatangi pihak Kejari Kota Bekasi. 

Dan Anggota Kepolisian yang berusaha menahan massa aksi agar tidak masuk ke dalam gedung.
Setelah massa aksi kondusif pihak Kejari datang yang diwakili Yadi Cahyadi selaku Kasi intel Kejari Kota Bekasi.

"Kami belum menerima laporan atau aduan terkait apa yang rekan-rekan sampaikan, dan untuk rekan-rekan segera membuat laporan disertakan bukti-bukti agar kami tindak lanjuti segera," ucapnya.

Di akhir waktu aksi demonstrasi koordinator lapangan menyampaikan tuntutannya di antaranya,
1. Mendesak Kejari Kota Bekasi mengusut tuntas kasus dugaan Mark-up perbelanjaan printer dan televisi yang menggunakan dana BOS Pusat untuk SMP Negeri se-Kota Bekasi, tahun 2022
2. Mendesak kepala Kejari Kota Bekasi segera usut tuntas dugaan kasus korupsi dugaan penyimpangan dana BOS pusat 2022 di setiap SMPN se-Kota Bekasi
3. Mendesak Kepala Kejari Kota Bekasi untuk mundur dari jabatannya apabila tidak mampu menyelesaikan permasalahan itu.
4. Apabila dalam 7x24 jam tidak mampu mengusut tuntas dugaan Mark-up pengadaan printer & indikasi korupsi dana BOS 2022 seluruh SMPN Kota Bekasi, kami akan melaporkan kasus ini ke Kejaksaan Agung RI. 


Penulis : Anto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update