Siak - Tim Penyuluhan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI melaksanakan pengecekan sarana dan prasarana pemadam kebakaran (Damkar) sekaligus memberikan penyuluhan Karhutla kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung di Aula Kampung Belutu, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, dan dipimpin langsung oleh Laksamana Pertama Priyambodo, S.H., selaku Kepala Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI, bersama empat anggota tim lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim Mabes TNI terlebih dahulu melakukan pengecekan terhadap kesiapan sarana dan prasarana Damkar yang berada di wilayah Kampung Belutu. Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi potensi Karhutla.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan Karhutla kepada masyarakat. Penyuluhan disampaikan oleh Mayor Inf Tumbur Marbun, S.H., yang memberikan pemahaman terkait upaya pencegahan dan penanganan Karhutla serta pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran.
Kegiatan turut dihadiri Camat Kandis Dedi Suprapto, S.Sos., Danramil 05/Pwk Kandis Kapten Inf Ayub Edi Harahap, perwakilan Kapolsek Kandis, Penghulu Kampung Belutu Da'mi, Penghulu Kampung Pencing Bekulo Indra Suni, Penghulu Kampung Sungai Gondang Ardiansyah, S.H., pihak PT Arara Abadi, Tim MPA dan Manggala Agni, Tim Damkar PT Arara Abadi, Tim KTD PT Ivomas Tunggal, serta personel Koramil 05/Kandis dan Polsek Kandis.
Rangkaian kegiatan meliputi sambutan Penghulu Kampung Belutu, sambutan Camat Kandis, sambutan Kepala Tim Penyuluhan Mabes TNI, penyuluhan Karhutla, serta sesi tanya jawab bersama masyarakat dan peserta.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, kepolisian, perusahaan, masyarakat, dan seluruh unsur terkait semakin kuat dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla, khususnya di wilayah Kecamatan Kandis dan Kabupaten Siak.
Pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kepedulian, kesiapsiagaan, dan sinergi seluruh pihak, ancaman Karhutla dapat dicegah sejak dini.
( Ndi )