Indramayu - Lembaga pelatihan kerja Trisakti Lohbener Indramayu menggelar _Publik Diskusi_ dengan tema Strategi Pengentasan Kemiskinan: Akselerasi Sertifikasi Kompetensi dan Peran Kebijakan Publik untuk Generasi Unggul”bersama Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat aula gedung kesenian mama soegra Indramayu pada Kamis 06/08/26.
Kegiatan ini dihadiri oleh akademisi,mahasiswa,serta pelajar sekolah menengah kejuruan
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, dari fraksi partai Golkar Jabar 12 Hilal Hilmawan ,M.IP, dalam keterangannya kepada awak media usai menghadiri acara diskusi pengentasan kemiskinan menyampaikan bahwa pengentasan kemiskinan tidak bisa hanya mengandalkan bantuan sosial.
“Kita harus putus mata rantai kemiskinan lewat peningkatan kompetensi. Sertifikasi itu penting karena menjadi tiket masuk dunia kerja. Anak muda Jabar harus punya skill yang diakui industri, bukan hanya ijazah,” tegasnya.
Ia menjelaskan ada beberapa strategi utama yang saat ini didorong DPRD Jabar:yakni
*Akselerasi Sertifikasi Kompetensi*: Perkuat sinergi antara Pemprov Jabar, BLK, SMK, dan industri untuk memperbanyak sertifikasi gratis bagi masyarakat kurang mampu,kemudian
Peran Kebijakan Publik berupa Penguatan anggaran APBD untuk pelatihan kerja, insentif bagi perusahaan yang merekrut tenaga tersertifikasi, dan data terpadu penerima manfaat.kemudian
Pemberdayaan Ekonomi Integrasi program dengan BUMDes, koperasi, dan UMKM agar lulusan tersertifikasi punya tempat kerja dan usaha.
“Generasi unggul lahir dari kebijakan yang tepat sasaran. Kalau anak muda punya kompetensi dan akses kerja, maka kemiskinan bisa kita tekan secara struktural,” tambahnya.
Kami pun lanjut Hilal mendorong perbaikan infrastruktur agar dapat membuka akses perekonomian agar lebih terbuka ,serta mendorong anggaran untuk desa desa yang saat ini kurang memenuhi ,"terangnya
Diskusi berlangsung interaktif. Peserta banyak mengajukan pertanyaan terkait akses sertifikasi gratis, bantuan modal usaha pasca pelatihan, dan peluang kerja di kawasan industri.
( NURYASIN )