JAKARTA ll Semangat komunitas Lansia HKBP Kramat Jati rekreasi ke luar kota masih tinggi. Buktinya, Agustus 2025, rombongan masih kuat naik bus ke kota Batu Malang.Perjalanan 32 jam pulang pergi.Lanjut lagi, retreat sekaligus rekreasi selama dua hari di Puncak Bogor, 5-6
Mei 2026.
Walaupun hanya nginap satu malam, kegiatan retreat Punguan Lansia di hotel berbintang lima Seruni Salak, Puncak, Bogor sangat berkesan. Berangkat dari aula Serbaguna HKBP HKBP Kramat Jati Jakarta Timur
Rombongan yang terdiri 65 orang diberangkatkan dengan doa dari Pendeta Resort Dr Martongo Sitinjak bersama Pdt Basa Rohana, D.Min.
Peserta dibagi sesuai kesepakatan sehingga terbagi rata dan nyaman.Tanpa konvoi, rombongan tiba secara bersamaan tepat pukul 10.30 WIB.
Perjalanan ditempuh selama dua jam karena hari kerja sehingga arus lalu lintas lancar. .
Pengelola hotel Seruni Salak taat displin waktu.Tepat pukul 11.00 WIB, rombongan komunitas Lansia yang mayoritas nenek-nenek dipersilahkan ambil kunci untuk 18 kamar. Semua rombongan berada di lantai dua dengan vew yang menawan berupa pemandangan anak gunung Salak dan gunung Gede.
Rombongan yang baru kali pertama menginap di hotel bertingkat empat itu kagum atas arsitektur khas Bali yang dipadukan sentuhan tradisional Sunda.Tiap kamar dilengkapi balkon agar dapat menikmati pemandangan indah yang menyatu dengan lanskap pengunungan Cisarua.
Ketua Punguan Lansia HKBP Kramat Jati St Marudut Sitinjak, M.Pel, dan Penasihat Brigjend (Purn) Hasudungan Simaremare Aritonang, yang terdengar asyik cerita masa silam.
Kami yang berada di kamar 217 bersama St V Siregar, usia 86 tahun, Mangintua Sihite, usia 81 tahun, St Ricard Panjaitan, usia 70 tahun dan saya akan menginjak 74 tahun pada 9 Juni 2026, akhirnya diajak diskusi ringan sejak pemerintahan Orde Baru Presiden Soeharto hingga era Presiden Ir Joko Widodo/Jokowi.
Sebagai mantan Kepala Biro Umum Pasukan Pengamanan Presiden, Brigjen Hasudungan Aritonang tentu merekam sejarah pimpinan nasional ketika penguasa Orde Baru Presiden Soeharto terpaksa mengundurkan diri pascakerusuhan Mei 1998.
Demikian juga saat Presiden Prof Dr BJ Habibie diberhentikan MPR karena Timor Timor melepaskan diri dari pangkuan Republik Indonesia hasil referendum. Kemudian, lengsernya Presiden KH Abdurrahman Wahid/Gus Dur dari kursi RI-1 karena diberhentikan MPR RI tahun 1999.
Tapi, karena waktunya belum tepat, Brigjend Hasudungan Aritonang masih menahan diri bicara secara deskriptif."Ada waktunya nanti kita bicara yang lebih spesifik," imbuh amang Aritonang menutup bincang-bincang kami di balkon kamar 218 lewat tengah malam yang cerah.
Yang menarik, di luar dugaan kami ternyata inang Pdt Basa Rohana bersama pasangan hidup Pdt Martongo Sitinjak yang berada di kamar 219, lewat dinding pemisah kamar bisa mendengar dengan jelas topik perbincangan kami bertiga.Maklum volume suara kami juga memang keras. "Sebenarnya, menarik sekali jika amang Aritonang mau mengisahkan pengalamannya ke ruang publik," pinta inang Basa Rohana.
TESTIMONI NY KOMPONIS PONTAS PURBA
Usai santap malam di Restoran lantai 3, seluruh rombongan masuk ruang rapat di lantai 2 mengikuti renungan singkat dan bimbingan rohani dari Pdt Dr Martongo Sitinjak.Topiknya, tentang pergumulan hidup di masa lanjut usia.
Nats Alkitab diambil dari surat rasul Paulus kepada jemaat di Korintus karena menghadapi pergumulan akibat budaya hedonis.Terjadi perpecahan dan pengkultusan tokoh.Ada yang mengaku pengikut Paulus, Apolos, Kepas dan pengikut Kristus.Mereka saling membanggakan tokoh masing-masing dan saling sikut menyikut.
Karena itu, rasul Paulus menegur mereka karena Kristus tidak pernah terbagi-bagi.
Jemaat di kota pelabuhan Korintus juga heboh karena bahasa roh dan nubuat yang tidak disertai kasih sehingga orang miskin dimarginalkan.
Budaya Yunani yang gila debat dan retorika masih kuat.Jemaat terus bergumul karena masalah duniawi masih menempel kuat di lingkungan gereja.Paulus dalam suratnya menulis: Kalau aku menderita dalam perjalanan hidupku, jangan tinggalkan aku Tuhan.
Agar lebih aplikatif, beberapa anggota Lansia memberikan testimoni tentang pergumulan hidup.Nyonya komponis Pontas Purba br Sitanggang telah menjalani kemo sampai tiga kali karena terkena penyakit kanker.Hampir menyerah karena faktor usia 75 tahun.Tapi, dokter spesialis kanker di RS Dharmais Jakarta tetap optimis akan kesembuhan pasiennya.
Akhirnya muncul semangat inang boru Sitanggang melawan serangan kanker itu sehingga bisa bergabung dengan komunitas Lansia retreat di Puncak.Tapi, pulang dari retreat, inang br Sitanggang terpaksa opname karena kesehatan tubuhnya drop lagi.
Ny St JFR Sitorus br Naiborhu menyatakan kuat merawat sang suami selama tujuh tahun karena gagal ginjal.JFR terpaksa cuci darah dua kali seminggu sebelum dipanggil Tuhan, Januari 2026."Kekuatan itu saya rasakan berkat pertolongan Tuhan hingga pernikahan putri dan anak kami bisa disaksikan amang JFR," imbuh Tiurlan boru Naiborhu.
Di sela-sela retreat, Pdt Basa Rohana adakan lomba ketangkasan menulis Pengakuan Rasuli umat Kristen secara berantai yang dibagi dalam empat kelompok.Ternyata, lancar mengucapkan secara bersama tidak mudah menuliskannya secara berantai.Walaupun kurang lengkap, kelompok 1 yang dimotori St AJ Sinaga terpilih pemenang pertama.
Suasana agak seru dan menegangkan karena usia lanjut, banyak sudah lupa menulis dengan sempurna.Suatu pelajaran agar setiap orang pengikut Kristus seyogianya menghapal dan bisa menulis Pengakuan Rasuli Umat Kristen di seluruh planet bumi ini.Acara ini juga diselingi beberapa lagu pujian dari Buku Ende HKBP seperti nomor 227: Jesus Ngolu ni Tondiku.
Sebagai hiburan, panitia mengemas acara bebas dengan lagu spontanitas.Namun, dibagi empat kelompok sesuai kebiasaan dalam koor: Sopran, messo, alto dan bas.Boleh dengan lagu pujian atau dengan lagu Batak populer.Lagu pembuka dibawakan biduanita Wulan br Lumbangaol dengan lagu: Hidup ini sudah jadi berkat.
Disusul kelompok messo tampil dengan lagu pop Batak: Unang Tinggalhon Au Ito; Di Naro Simatuangku di-mix dengan lagu pop Barat sehingga mendapat banyak saweran.Kelompok messo meraih juara I.Kelompok sopran membawakan lagu: Anakhon hi do Hamoraon di ahu dan lagu: Uju di ngolukon ma nean, hingga mendapat juara III.
Brigjend Hasudungan Aritonang memilih masuk kelompok alto dan kawan-kawan membawakan lagu: Indah rencanaMu Tuhan; Unang Tinggalhon Au Ito; Holan ho do di rohaki dan mendapat posisi juara II. Sedang suara bas membawakan lagu: Lupa pe angka na lupa dan mendapat posisi juara IV.
Semua saweran dalam persembahan lagu termasuk penampilan duet Pdt Martongo Sitinjak dan Pdt Basa Rohana Hutabarat diserahkan kepada panitia sebesar Rp 7.730.000.Dengan demikian, acara retreat di hotel berbintang lima Seruni Salak Puncak tidak defisit karena sumbangan spontanitas. Patut dibanggakan kekompakan komunitas Lansia HKBP Kramat Jati dengan jumlah anggota aktif 82 orang.
Pada hari kedua, serapan pagi di lantai 1 mulai pukul 07.00 WIB. Berkapastias 200 orang dengan aneka ragam makanan ringan dan enak.Bahkan sejajar dengan menu makanan yang pernah kami nikmati di hotel berbintang lima di Holy Land/Tanah Perjanjian dan kota Kairo, Mesir.
Puas mencicipi hidangan menu serapan pagi, masih ada pembekalan dari Pdt Dr Martongo Sitinjak.Topiknya mengenai kehidupan orang percaya yang sudah lanjut usia agar jadi teladan bagi generasi penerus.Terambil dari nasihat rasul Paulus tertulis pada Titus 2:2-3.Isi nats ini bukan sekadar “aturan untuk lansia”.Tapi bentuk strategi pemuridan dari generasi tua yang sehat rohani untuk melahirkan generasi muda yang kuat.Dalam bahasa Batak disebut "ngolu namarimpola ni natua-tua."
Kemudian, ada sesi tanya jawab dari peserta tentang Yesus Kristus adalah Tuhan bagi orang yang mati dan yang hidup.Lantas, muncul pertanyaan, apakah dengan kekristenan akan menghilangkan budaya Habatahon?
Dengan tegas, Pdt Dr Martongo Sitinjak mengatakan, sebenarnya sejak leluhur suku Batak sudah tertanam benih kepercayaan kepada Tuhan Allah.Tapi,belum mengenal jalan keselamatan menuju Tuhan Allah yang disebut agama Parmalim Debata Mulajadi bibit iman percaya itulah, misionaris dari Eropa dengan cepat menyebarkan agama Kristen di Tanah Batak.
Cuma kebiasaan kalangan orang Batak yang suka berbicara dengan orang yang sudah meninggal dunia, kata Martongo Sitinjak tidak ada gunanya lagi.
Masalahnya, pembicaraan dengan orang yang meninggal tidak akan dijawab lagi.
Sebab, hanya Tuhan Yesus Kristus yang punyai kuasa bisa bicara dengan orang yang sudah meninggal dunia.Bahkan orang yang mati seperti Lazarus bisa hidup kembali atas perintah Yesus Kristus.
Sebelum kegiatan retreat ditutup,
Pdt Basa Rohana Hutabarat masih mengadakan lomba penyusunan kitab Perjanjian Baru mulai dari kitab Mateus hingga Wahyu.
Peserta tetap dibagi empat kelompok.
Penyusunannya bentuk primida dengan gelas kertas.Kelompok satu kurang memahami penyusunan bentuk pramida sehingga buyar mempertahankan juara pertama.
Tapi, lomba tersebut mengingatkan peserta retreat yang mengenakan seragam jaket green army berlogo:
King Bentonite PT Persada Muara Karya,
kontribusi dari Brigjend Hasudungan Aritonang.Ke depan agar lebih telaten mengingat urutan penulisan Alkitab dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru.
Sebagai masukan, Ketua Lansia Josua Ir Januwar Lumbangaol mengisahkan ketika masih kuliah di ITB Bandung, mereka retreat di bukit dan tempat yang teduh.Karena peserta kecil, bisa dibagi dalam kelompok kecil memberikan kesaksian masing-masing dengan bimbingan seorang rohaniawan dari Israel.
Tentu disadari,dengan jumlah peserta retreat 65 orang tidak cukup waktu satu malam mendengarkan testimoni setiap anggota rombongan.
Namun demikian, banyak hikmah yang dapat dipetik Punguan Lansia dari retreat selama dua hari di hotel Seruni Salak, Puncak, Bogor.
Terutama dapat menghirup udara segar dalam suasana sukacita dan gembiraria.
Sampai jumpa dalam kegiatan Lansia HKBP Kramat Jati tahun 2027.Horas.
( Hardi / Ludin.P )