Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Nasional Sorotan Daerah Berita Peristiwa Headline Megapolitan Hukum dan kriminal KRIMINAL TNI POLRI Hukum & Kriminal hukum TNI Politik TNI AD TNI/POLRI Pendidikan News/ Megapolitan Sosial Berita > Polri Agama News > Sorotan News > Megapolitan Bisnis Budaya Internasional Hukum -Nasional pemerintah Ramadhan Artikel Olahraga Kesehatan News > Nasional Hukum & Hukum dan Krimnal News/ Sorotan TNI & Polri Artikel Nasional News > Peristiwa Polri Polri Nasional google.com kegiatan Agama Artikel News advokasi Papua YouTube Google Facebook LinkedIn MetroTV opini sosial Ramadhan Anisa Baswedan Nasional Hukum&Kriminal News > Kriminal News > Polri News> Megapolitan News> TNI AD Peristiwa Daerah #youtube #google #hello #Lazada #facebook Anies Baswedan Nasional Diskusi Hukum dan Kirminal Nasional Artikel Google.com Nasional- sorotan -Politik News /Megapolitan Pendidikan Nasional Pertanian Politik > Nasional Polri-TNI Sorotan<Nasional TNI dan polri TNI& POLRI TNI-Polri Anies Baswedan Nasional Budaya Agama Corona Desa Palsari Ekonomi Ekonomi / News Gubernur Jawabarat Hilman Hukum &Kirminal Kebakaran Kriminalisasi Lalulintas Lowongan pekerjaan Musik Nasional -sorotan Nasional Artikel Google.com Jayawijaya Papua Nasional Sorotan Nasional polri Nasional& Sorotan Nasional<Sorotan Natal New> Nasional News / Hukum & Kriminal News > Hukum & Kriminal News >Megapolitan Olahraga POLRI Organisasi PERISTIWA -SOROTAN#Nasional Pemkot Bogor Peristiwa Nasional Peristiwa+Hukum dan Kriminal Peristiwa-daerah Peristiwa<Sorotan Peristiwa<Sorotan<Nasional Pertanian & Ekonomi Pimpinan Pompes Polri#Nasioanal Polri-Nasional -pendidikan Pristiwa Sorotan Pemerintah Sorotan Pemerintah Pacitan Sorotan hukum dan kriminal Sorotan-Nasional Sorotan<Viral Sorotan<peristiwa Sosial Islam Sosial LSM Sosial Ramadahan TNI Nasional TNI- POLRI TNI-AD kejadian oprasi gabungan pasar Ramadan sejarah

11 Kecamatan Terdampak, Bupati Nina Ambil Langkah Strategis Atasi Banjir

Maret 16, 2024 | Sabtu, Maret 16, 2024 WIB
Indramayu,DetikNewstv.com-Cuaca Ekstrem hujan lebat yang terjadi beberapa hari ini mengakibatkan 11 kecamatan di Kabupaten Indramayu terdampak genangan air. Merespon hal tersebut, Bupati Indramayu Nina Agustina bersama super tim Pemkab Indramayu langsung mengambil langkah strategis dan darurat untuk penanganannya.

Langkah darurat yang dilakukan orang nomor satu di Pemkab Indramayu yakni dengan mengoperasikan 3 pompa air di saluran pembuang, normalisasi saluran irigasi, memompa kawasan permukiman, penanggulangan tanggul kritis, hingga berkoordinasi langsung dengan BBWS.

“Sampai dengan hari ini kecamatan yang terdampak dan ada genangan air sebanyak 11 kecamatan, tetapi saat ini kondisi genangan sudah mulai surut,” kata Nina Agustina saat monitoring saluran di Desa Rambatan Kulon Kecamatan Lohbener, Jum’at (15/3/2024).

Selain meninjau saluran air, Bupati Nina juga sebelumnya mengecek langsung SDN Parean Girang 2 Kecamatan Kandanghaur, sebanyak 3 kelas di sekolah tersebut terendam air sehingga mengganggu aktivitas kegiatan belajar siswa.

Melihat kondisi tersebut, Bupati Nina langsung memerintahkan untuk melakukan rehab ruangan kelas termasuk untuk meninggikan bangunan sehingga tidak tergenang kembali.

“Kelas yang terendam air ini kita lakukan perbaikan tahun ini, nanti lantainya kita tinggikan supaya tidak terendam lagi,” tegas Nina yang disambut gembira para pendidik dan siswa di sekolah tersebut.

Bupati Nina Agustina juga meninjau langsung SDN 4 Rambatan Kulon Kecamatan Lohbener, di sekolah ini penyebab banjir disebabkan sungai yang di belakang sekolah dan kantor desa meluap karena saluran air tertahan adanya proyek RIMS.

“Saya lihat langsung ternyata saluran airnya tertahan karena proyek, tadi saya kontak BBWS untuk segera diatasi dan mudah-mudahan segera surut,” kata Nina.

Sementara Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, Asep Abdul Mukti menyebutkan, ke-11 kecamatan yang terdampak tersebut yakni Indramayu, Sindang, Pasekan, Lohbener, Jatibarang, Losarang, Balongan, Arahan, Widasari, Lelea, dan Kandanghaur.

Asep menegaskan, banjir yang melanda sejumlah wilayah ini karena curah hujan tinggi dan selokan dan saluran pembuang penuh dengan air dan kurang maksimal. 


Penulis: Nur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update