Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Nasional Sorotan Daerah Berita Peristiwa Headline Megapolitan Hukum dan kriminal TNI POLRI KRIMINAL Hukum & Kriminal hukum Politik TNI TNI AD TNI/POLRI Pendidikan Berita > Polri Sosial Agama News/ Megapolitan News > Sorotan News > Megapolitan Bisnis Internasional Hukum -Nasional Budaya Ramadhan pemerintah Artikel Olahraga News > Nasional Kesehatan Hukum & Hukum dan Krimnal News/ Sorotan TNI & Polri Artikel Nasional News > Peristiwa Polri Polri Nasional google.com kegiatan Agama Artikel News advokasi Papua YouTube Google Facebook LinkedIn MetroTV opini Anisa Baswedan Nasional Hukum&Kriminal News > Kriminal News > Polri News> Megapolitan News> TNI AD Peristiwa Daerah sosial Ramadhan #youtube #google #hello #Lazada #facebook Anies Baswedan Nasional Diskusi Hukum dan Kirminal Nasional Artikel Google.com Nasional- sorotan -Politik News /Megapolitan Pendidikan Nasional Pertanian Politik > Nasional Polri-TNI Sorotan<Nasional TNI dan polri TNI& POLRI TNI-Polri Anies Baswedan Nasional Budaya Agama Corona Desa Palsari Ekonomi Ekonomi / News Gubernur Jawabarat Hilman Hukum &Kirminal Kebakaran Kriminalisasi Lalulintas Lowongan pekerjaan Musik Nasional -sorotan Nasional Artikel Google.com Jayawijaya Papua Nasional Sorotan Nasional polri Nasional& Sorotan Nasional<Sorotan Natal New> Nasional News / Hukum & Kriminal News > Hukum & Kriminal News >Megapolitan Olahraga POLRI Organisasi PERISTIWA -SOROTAN#Nasional Pemkot Bogor Peristiwa Nasional Peristiwa+Hukum dan Kriminal Peristiwa-daerah Peristiwa<Sorotan Peristiwa<Sorotan<Nasional Pertanian & Ekonomi Pimpinan Pompes Polri#Nasioanal Polri-Nasional -pendidikan Pristiwa Sorotan Pemerintah Sorotan Pemerintah Pacitan Sorotan hukum dan kriminal Sorotan-Nasional Sorotan<Viral Sorotan<peristiwa Sosial Islam Sosial LSM Sosial Ramadahan TNI Nasional TNI- POLRI TNI-AD kejadian oprasi gabungan pasar Ramadan sejarah

Volume Pekerjaan Disikat Diduga Bernilai Rp.5 Miliar, Kontraktor Dilaporkan

Desember 18, 2023 | Senin, Desember 18, 2023 WIB
Kota Bekasi, Detiknewstv.com-Proyek Pengendalian Banjir Kali Cakung, Proyek lanjutan (Perumahan Prima Lingkar Asri), Kota Bekasi, Jawa Barat diduga tidak sesuai kontrak atau spesifikasi, hingga masalah itu dilaporkan LSM Berkibar ke Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Kejaksaan Tinggi Bandung Jawa Barat dan Kejaksaan Agung, demikian dikatakan Sariman selaku Ketua Umum (Ketum) LSM Berkibar kepada media ini Jumat (15/12/2023).

Menurutnya, Kegiatan tersebut  TA (Tahun Anggaran) 2022, tetapi karena proyek itu di Addendum sehingga dilanjutkan pekerjaannya hingga Januari 2023. Tidak diketahui percis masalah apa sehingga dibuat Addendum, apakah karena banjir, ada protes dari Warga. dan lain-lain, taunya proyek itu dibuat Addendum hingga dikerjakan sampai 2023.

Dikatakan, bahwa proyek itu ada proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (SNVT Pelaksana Jaringan Sumber  Air Ciliwung-Cisadane untuk pekerjaan Pengendalian Banjir Kali Cakung dan Pekerjaan proyek Lanjutan Perumahan Prima Lingkar Asri di Kota Bekasi, Jawa Barat. Tetapi semua pekerjaan itu diduga tidak sesuai kontrak dan spesifikasi, hingga dikalkulasi menhalami kerugian negara mencapai kurang Lebih Rp 5 miliar. 

Hal itu terbukti sesuai hasil investigasi LSM Berkibar dari berbagai temuan menjelaskan, bahwa banyak item-item pekerjaan tidak dilaksanakan, hingga diduga dan dituding-tuding Pelaksana Proyek tidak melaksanakan semua pekerjaan sesuai dokumen kontrak yang tertera dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK), contoh sebagai berikut:

Pekerjaan Perkuatan Tebing. 1. BKR Beton Bertulang M3 971,66 sesuai Spesifikasi/Gambar. 2. BKR Beton Tidak Bertulang M3 417,87 tidak sesuai Spesifikasi/Gambar. 3. Pasir Urug (t 100 mm) M3 226,40 tidak sesuai spesifikasi teknis. 4. Lantai kerja K100 (+/- 50 mm) M3 111,85 tidak sesuai Spesifikasi/Gambar. 5. Pemberian kg  173.680,92. 6. Beton Ready Mix K300 M3 1000,00 tidak sesuai Spesifikasi/Gambar. 7. Bekisting Multipleks 12 mm M2 6.896,99. 8. Wheep Hole PVC diameter 1,5 M' 1.600,00. 9. Joint Sealant M2 268,54. Ini masih sebagian kecil dari masalah. Masih banyak lagi belum dijelaskan dalam masalah tersebut, ujarnya.

Menurut Sariman selaku Ketum LSM Berkibar ,menjelaskan sesuai keterangan pihak Kejaksaan Negeri Kota Bekasi mengatakan, bahwa pihak Pelaksana Proyek yaitu PT. BKJ yang ber-Alamat di Ambon Maluku itu sudah mengembalikan uang sebesar Rp 700 juta pengembalian yang diduga sebagian item yang tidak dikerjakan. Hal itu dinilai terlalu kecil, jika dibandingkan dengan hasil perhitungan dan kalkulasi LSM Berkibar yang bernilai lebih kurang Rp5 miliar dari pengurangan volume pekerjaan proyek.

Kendati permasalahan itu belum tuntas diselesaikan Aparat Penegak Hukum (APH), tetapi Sariman selaku Ketum LSM Berkibar merasa bangga dan senang atas kinerja Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Kejaksaan Tinggi Bandung Jawa Barat dan Kejaksaan Agung, yang dinilai cukup profesional. "Saya senang atas perkejaan yang dilakukan Kejaksaan tersebut," tutur Sariman


Penulis : Anto
Sumber : LSM Berkibar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update