Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

RATUSAN RIBU JEMAAT BERJUANGHADIRI HUT-165 HKBP DI GELORA BUNG KARNO MINGGU,18 OKTOBER 2026

Oktober 21, 2026 | Oktober 21, 2026 WIB Last Updated 2026-10-21T00:14:32Z
Jakaeta--Presiden Prabowo Subianto Tidak Hadir dalam Acara perayaan Ulang Tahun 165 HKBP. 
Ratusan ribu jemaat HKBP berjuang menembus sengatan panas 34°C menuju Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat.Guna merayakan ulang tahun ke-165 HKBP secara nasional, Minggu,18 Oktober 2026. 

Namun, tamu VVIP yang ditunggu-tungu Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan memberikan sambutan tidak bisa hadir.Karena mengadakan pertemuan bilateral strategis dengan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres. Bertempat di kediaman Presiden Prabowo Hambalang, Bogor, Minggu,18 Oktober 2026. 

Selain membahas penguatan kerja sama multilateral dan ketertiban dunia, Guterres juga berpamitan menjelang berakhirnya masa jabatannya pada Desember 2026. 

Guterres juga mengunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI di Kabupaten Bogor.Di sana, ia memberikan penghormatan khusus dan meletakkan karangan bunga untuk menghormati 50 prajurit penjaga perdamaian Indonesia yang gugur di bawah bendera PBB. 

Sekjen PBB juga menyempatkan diri bertemu dengan para prajurit TNI yang akan segera dikerahkan untuk misi perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah (MINUSCA). Seluruh rangkaian kunjungan resmi Sekjen PBB selesai Senin,19 Oktober 2026 sebelum bertolak kembali ke New York, Amerika Serikat.

Mewakili pemerintah tampak hadir di ruang VVIP tribun selatan Gelora BK, Prof Gugun Gumilar, M.A, Ph.D sebagai Staf Khusus Menteri Agama Prof. Dr.KH.Nasaruddin Umar, M.A.Sedang Wakil Menteri Koordinator bidang Hukum dan HAM Prof Otto Hasibuan hadir karena jemaat HKBP.

Sebagai Staf Khusus, Gungun sering turun ke lapangan untuk mewakili kementerian dalam menyelesaikan berbagai persoalan terkait kerukunan antarumat beragama, mengadvokasi pelayanan keagamaan, memberikan motivasi dan wawasan terkait moderasi beragama di berbagai perguruan tinggi.

Hadir lebih cepat, 
Untuk menghindari terik panas matahari yang menyengat kulit, rombongan dari daerah seperti Palembang, Bengkulu, Lampung, Serang, Banten, Sukabumi, Cirebon, Bandung, Bogor, Bekasi, utusan dari Tarutung Tapanuli Utara, Pematang Siantar dan Amerika Serikat datang lebih cepat dikompleks Gelora Bung Karno.

Mereka masuk ke Stadion Utama Senayan lewat satu pintu di sektor selatan.Setiap jemaat diperiksa secara detektor dan tanda masuk berupa gelang serta pendaftaran lewat online yang disalurkan lewat Distrik I-XXIII HKBP di seluruh Tanah Air.

Acara puncak dimulai saat suhu udara masih di angka 34 derajat Celcius tepat pukul 15.30 WIB dengan menyanyikan lagu kebangsaan: Indonesia Raya. Dilanjutkan penampilan tortor ibu-ibu HKBP secara massal yang diakhiri dengan pengibaran spanduk di rumput hijau Stadion Utama GBK bertuliskan:Hari ulang tahun ke-165 Tahun HKBP.

Musik angklung yang dibawakan 500 personal Lansia HKBP Distrik VIII DKI Jakarta yang duduk di ring road lapangan sektor barat mempersembahkan lagu:Rayuan Pulau Kelapa dan lagu rohani.

Kemudian artis HKBP mempersembahkan lagu populer seperti Butet..., O Tano Batak dan lagu rohani yang diiringi Orkestra HKBP Rawamangun Jakarta Timur. Marsada Band dari Parapat juga tampil.

Ketua umum perayaan ulang tahun ke-165 HKBP Dr Effendi Muara Sakti Simbolon dalam laporannya mengatakan, 
ibadah bersama dan perjamuan Kudus secara serentak pada perayaan puncak ini merupakan bentuk ucapan syukur atas berkat Tuhan kepada suku Batak.

Sedang kolekte yang dipersembahkan jemaat diperuntukan jadi dana abadi HKBP. Sebelum mengakhiri sambutannya, Effendi Simbolon mempersembahkan lagu rohani berjudul: Togihon ahu Tuhan.

Dalam acara ibadah, koor raksasa Sekolah Minggu,Naposo Bulung (Pemuda Pemudi),kaum Bapa dan para kaum ibu2 mempersembahkan lagu pujian.
Diikuti alunan musik angklung yang dimainkan 500 personal lanjut usia HKBP Distrik VIII DKI Jakarta. 

Ephorus HKBP Pdt Dr Viktor Tinambunan,MST dari podium gereja sementara dengan ornamen warna khas kayu Batak tua lengkap dengan altarnya mengajak jemaat yang datang dari luar Pulau Jawa, dari Amerika Serikat dan jemaat yang berada di Pulau Jawa mengucapkan: Bersyukurlah kepada Tuhan. 

Dari nats Alkitab yang tertulis dari 2 Petrus 1: 1-11, Ompu i Ephorus menjabarkan,Tuhan-lah yang menuntun para misionaris dari Jerman ke Tanah Batak 165 tahun lalu.Kehadiran para misionaris adalah cara Tuhan agar suku Batak mengenal Tuhan Yesus Kristus, Juruselamat dunia dengan hidup yang lebih baik.

Mulai dari kesehatan hingga pendidikan dibangun di Tanah Batak.Itulah misi yang holistik/utuh dari para misionaris di benua Eropa.
Dan selama 90 tahun terakhir ini, gereja Huria Kristen Batak Protestan/HKBP telah berkembang ke seluruh penjuru dunia.

Renungkan sejenak, kata Ephorus, mungkin suasana kurang nyaman sekarang.
Tapi,sesulit apa pun kondisi lingkungan kita, tetap arahkan puji syukur kepada Tuhan.
Hidup hari ini adalah anugerah Tuhan.
Termasuk Injil diberitakan di Tanah Batak sejak 7 Oktober 1861 yang merupakan hari berdirinya HKBP di Pearaja,Tarutung, Sumatera Utara.

Bersyukurlah atas berdirinya gereja HKBP yang dicintai Tuhan.Bersyukurkan kepada Tuhan karena Dia sungguh baik. Masalahnya, bagaimana bersyukur di tengah kesulitan ekonomi saat ini? Usia anak makin serius, jodoh masih misterius? Apalagi para Lansia mulai menderita karena sakit.

Kita yakin,Tuhan akan memberikan kekuatan jasmani untuk menanggung segala penderitaan sakit penyakit dan mengatasi kesulitan sosial ekonomi.

Ephorus juga mengharapkan dari seluruh jemaat yang mengikuti ibadah raya di Gedung Bung Karno agar menunjukkan kasih kepada semua orang seperti Allah mengasihi umat HKBP memasuki usia 165 tahun pada bulan Oktober 2026.

Jemaat HKBP seharusnya sudah matang dalam pemikiran dan perbuatan sehari-hari.
Karena itu,jemaat diajak agar menghindari segala bentuk pertikaian dalam gereja.Tokoh jemaaat agar memberikan contoh yang bisa diteladani jemaat.

Penyebaran jemaat HKBP diakui sudah luas hingga ke Amerika Serikat.

Tapi,kedalaman kepercayaan jemaat HKBP sedang diuji untuk mengarahkan kembali agar sudah keluar, masuk kembali menjadi jemaat HKBP.

Disamping itu, HKBP agar mulai mempersiapkan misi ke Benua Eropa seperti Jerman karena gereja di sana banyak gereja sudah kosong pada hari Minggu.Bahkan gereja dijual karena tidak ada lagi jemaat yang datang beribadah.Untuk misi tersebut,GBK (Gelora Bung Karno) dianalogikan Ephorus dengan Gerakan Bersama Kristus dan Gerakan Bersama Kasih.

Menyinggung tentang kedatangan para pendeta dari Bona pasogit dengan membawa oleh-oleh kopi ke Jakarta sekaligus mengajukan proposal untuk keperluan pembangunan gereja HKBP, jangan dianggap beban.

Apalagi terdengar sampai 1.000 proposal yang datang setiap Minggu ke gereja HKBP yang besar di Ibu Kota Jakarta.Hal itu terjadi karena berkat Tuhan terus mengalir kepada jemaat HKBP di daerah perantauan Jakarta.

Dalam momen itu pula, Ephorus berterima kasih kepada Ny Sabam Sirait br Sidabutar, ibunda Menteri Perumahan dan Pemukiman Maruarar Sirait diJakarta yang berkontribusi Rp 3 miliar untuk pengembangan Rumah Sakit HKBP di Balige.

Ibadah raya di GBK Senayan juga ditandai dengan perjamuan Kudus secara serentak bagi 60.000 jemaat HKBP yang dilayani 3.000 pendeta. 

Perjamuan Kudus secara serentak ini merupakan sejarah baru dalam perjalanan gereja HKBP.Kiranya Tuhan memberkati.🙏
Selamat ulang tahun ke-165 HKBP.

(Hardi/Ludin.P)
×
Berita Terbaru Update