Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Makan Bersama Lansia HKBP Kramatjati Sumbang Rp.45 Juta

April 08, 2026 | April 08, 2026 WIB Last Updated 2026-04-08T11:24:05Z

JAKARTA ll Komunitas lanjut usia HKBP punya motto: Natuatua namartua.

Artinya, jemaat yang sudah usia lanjut diberkati Tuhan.Bahkan Punguan Lansia HKBP menambahkan slogan: Berguna,
luar biasa, sehat, bungar, 

gembira...!
Motto dan slogan tersebut terus bergema seperti di Komunitas atau Punguan Lansia HKBP Kramat Jakarta setiap melakukan kegiatan rutin senam olahraga sehat setiap Senin dan Kamis pagi.

Jumlah peserta dengan bimbingan pelatih profesional dari PORTI konsisten lebih dari 50 orang setiap kegiatan senam pagi sehat.

Kemudian dilanjutkan kebaktian singkat dan latihan paduan suara yang dilatih seorang profesional dan komposer Sahata Sihombing.

Dari 12 Paduan Suara di lingkungan jemaat HKBP Kramat Jati harus diakui kerajinan dan ketekunan Punguan Lansia- Lansia Josua yang giat latihan dua kali seminggu termasuk latihan alat musik Angklung.

Pimpinan HKBP Resort Kramat Jati Pdt Dr Martongo Sitinjak dan pendampingnya Pdt Basa Rohana br Hutabarat D.Min tampak sering bergabung dengan Komunitas Lansia pada kegiatan senam olahraga sehat.

Dengan demikian, 
semua aktivitas kaum Lansia yang beranggotakan 80 orang terpantau pimpinan secara rutin.
Karena dinamika komunitas Punguan Lansia yang berusia di atas 60 tahun hingga 87 tahun dianggap sangat menonjol, 
Pdt Dr Martonggo Sitinjak melontarkan gagasan baru usai kebaktian Lansia.

Perayaan Paskah II, tanggal 6 April 2026 dipandang sebagai suatu momen untuk mengundang 700 orang Lansia HKBP Kramat Jati untuk kumpul bersama.Yang jadi tuan rumah diusulkan Punguan Lansia dan Lansia Josua.

Bak gayung bersambut.Ketua Punguan Lansia St Marudut Sitinjak M.Pel dan Ketua Punguan Lansia Josua Ir Januwar Lumbangaol sepakat, usul pimpinan HKBP Resort Kramat Jati layak diwujudkan.

Langkah pertama dibentuklah Panitia yang diketuai Suhutlan Sihombing, Sekretaris St AJ Sinaga, M.Pd, Bendahara Diana Bulan br Silaban.
Panitia secara musyawarah memutuskan mengundang 700 Lansia di lingkungan gereja HKBP Kramat Jati untuk kebaktian Paskah II di Aula Serbaguna HKBP Kramat Jati.

Usai kebaktian Paskah II, untuk kali pertama para Lansia dijamu makan bersama.
Anggaran makan bersama berasal dari donatur dan partisipasi anggota Lansia.

Awalnya,Panitia pesimis dari 700 jumlah Lansia paling banter hadir 200 orang.

Tapi karena gereja mendukung penuh, pendaftaran peserta melalui 20 Wijk sehingga jumlah peserta mencapai 350 orang.
Panitia sudah siap menyediakan santap siang untuk 500 orang dengan sistem parasmanan.

Pdt Dr Martongo Sitinjak dalam khotbahnya menekankan, 
perayaan Paskah setelah Tuhan Yesus Kristus bangkit dari liang kubur pada hari ketiga telah mengalahkan kematian maut di kayu Salib Golgata.

Kematian Yesus untuk menyelamatkan umat berdosa agar memperoleh kehidupan yang kekal.Lansia HKBP KramatJati pun terselamatkan asal setia dan percaya terhadap ajaran Yesus Kristus.
Terkait pertemuan para Lansia HKBP Kramat Jati bersamaan dengan perayaan Paskah II, 
Pdt Martongo Sitinjak mengharapkan agar terjalin komunikasi yang baik sesama Lansia yang aktif di Punguan dan yang belum aktif.

Hasil diskusi dan tukar informasi sesama Lansia bisa mendapatkan hasil yang positif bagi anak maupun para cucu Lansia sebagai generasi penerus gereja.

Khusus mengenai pembelian lahan 9.070 meter persegi di depan gereja HKBP Kramat Jati,
disebut menjadi tantangan semua jemaat agar pinjaman lunak untuk pembayaran sebesar Rp 13 miliar bisa bahu membahu.
Minimal setiap anggota jemaat rela berkorban dan berpartisipasi untuk satu meter persegi senilai Rp 15 juta.

Brigadir Jendral TNI (Purn) Hasudungan Aritonang mengwakili kaum Lansia dalam sambutannya mengatakan,
makan bersama yang diadakan Punguan Lansia HKBP Kramat Jati bisa menjadi embrio gereja HKBP lainnya.

Kegiatan yang baik seperti ini diharapkan berlanjut setiap perayaan Paskah II dengan jumlah lebih ibu-ibu Lansia juga menampilkan tortor kreasi Batak dan dance country sebagai hiburan.

Dengan spontanitas, para Lansia dan enam pendeta:Pdt Dr Martongo Sitinjak,
Basa Rohana Hutabarat D.Min, 
Pdt Eben Sihardo Simanjuntak, M.Th, Pdt Parningotan Siahaan, 

Pdt Filemon Sigalingging,S.Th, Pdt Pontius Ch Siregar M.Div naik ke panggung memberikan saweran.

Total saweran mencapai Rp 7 juta dan seluruhnya disumbangkan untuk pembelian lahan gereja.
Selain dari hasil saweran, 
lagu-lagu rohani dan lagu populer Batak yang disenandungkan pada acara makam bersama Lansia tersebut terkumpul Rp 37 juta.

Sehingga dana yang terkumpul dari kegiatan Lansia di acara makan bersama ini total Rp 45 juta atau untuk pelunasan tiga meter persegi lahan.

Uang itu akan diserahkan kepada Panitia pembelian lahan gereja.

Dengan demikian, dari kegiatan Lansia pada Pesta Natal II tanggal 26 Desember 2025,  
Pesta ulang tahun ke-26 Lansia dan Pesta Bona Taon Pebruari 2026 hingga Paskah II, 
6 April 2926 sudah terkumpul dana Rp 105 juta atau untuk tujuh meter persegi lahan gereja.

Semoga program Punguan Lansia jadi contoh bagi 12 Punguan lainnya mulai dari Sekolah Minggu, 

Remaja,Naposobulung, Punguan Parompuan dan Punguan Ama HKBP Kramat Jati.Kiranya Tuhan memberkati.


( Hardi / Lusin.P )
×
Berita Terbaru Update