Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pesan Dari Kampung Halaman Gerarkan Ballroom Grand Nt Tower

Februari 17, 2026 | Februari 17, 2026 WIB Last Updated 2026-02-17T11:07:31Z
JAKARTA- Beberapa  artis nasional tampil pada konser: Tortor, andungandung, torsa, karya tenun ulos dan lagu-lagu Batak yang dikemas dengan tema:Tona Sian Huta/Pesan dari kampung halaman bona pasogit Tano Batak.

Pagelaran seni budaya Batak itu berlangsung hingga  larut malam dan menggetarkan Ballroom Grand lantai 5 NT Tower, Pulomas, Jakarta Timur, Jumat, 13 Pebruari 2026.

 Pertunjukkan diawali dengan penampilan pegiat tenun ulos Batak lengkap dengan perangkat karya tenun tradisional khas dari Bona Pasogit.Partonun/pegiat tenun ulos Batak mendapat kehormatan berada di panggung yang disorot cahaya warna warni sehingga tampak lebih anggun.

Totor/tari mangkok yang dilakoni kelompok tari dari Jakarta dan bona pasogit mengibur penonton pada segmen kedua.Hampir setengah jam pertunjukkan tortor.Pertunjukan  memukau penonton  atas  kepiawaian  para penari memindahkan mangkok putih dari kepala ke ujung jari hingga ke lengan bahu sambil menari dan mendapat sambutan yang meriah.

Pada segmen  ketiga, lampu sorot agak diredupkan untuk mendukung lakon andungadung dari Bona Pasogit.Dua sosok seniwati: Corry Paroma Panjaitan dan Cisilia boru Siagian membawakan andungandung yang begitu mendalam dan menyentuh hati.

Kisah yang menjadi ratapan/andungandung mereka tentang  tangisan dan jeritan hati atas musibah tanah longsor  dan banjir yang melanda Tapanuli Raya dengan ratusan korban jiwa  akhir Nopember 2025. Ratapan mereka merupakan: Tona Sian Huta menggambarkan kondisi  Tapanuli Raya, kawasan Danau Toba yang indah, ditinggalkan dan terlupakan.

 Suasana  sangat haru  dengan  mengajak semua putra daerah maupun di perantauan untuk  merenungkan betapa pentingnya menjaga dan melestarikan budaya serta lingkungan hidup yang asri.

 Corry dan Cisilia secara profesional  sering tampil dalam tayangan Chanel YouTube  dengan tarian khas Batak/tortor dan andung-andung di kawasan Danau Toba, Parapat. Karena itu, media Tarnama Podcast mengundang Corry Paroma  berbincang tentang makna andungandung dalam seni sastra Indonesia.

Dalam Alkitab juga terdapat andungandung atau  ratapan dari Apostel Yeremiah di masa penderitaan orang Israel  yang dilanda kelaparan dan dosa karena nyawa orang benar dihabisi. Juga  menghadapi musuh  yang mau merebut kota Jerusalem.Nyanyian dan andungandung Apotel Yeremiah sebagai  ungkapan jujur dan mendalam kepada Tuhan di tengah penderitaan, dosa atau  tragedi yang melanda  negeri Yahuda  sebelum Masehi.

Hal itu  bukan sekadar keputusasaan bangsa Yahudi.Melainkan jalan iman menuju pemulihan dengan permohonan, penyesalan, dan harapan. Andungandung bangsa Yuhuda adalah contoh nyata bagaimana ratapan hati bisa menjadi bentuk kepercayaan pada kasih setia Allah.

Belajar dari budaya Israel, andungandung/ratapan bangsa Israel semakin diperkuat keimanan, kesadaran nasional  dan  persatuannya untuk menghadapi musuh mereka.

 Kini, timbul pertanyaan adakah peluang budaya andungandung  Batak bisa  bertransformasi menjadi  budaya  andungandung Nusantara? Ini memerlukan perjuangan semua pihak utamanya para budayawan halak hita Batak.

Pada segmen keempat, menampilkan torsa-torsa atas penggundulan hutan dan kerusakan ekologi yang mengakibatkan musibah longsor dan banjir besar yang melanda Tapanuli Raya.Torsa-torsa ini merupakan karya Lasro Marbun, SH yang pernah menjabat Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan DKI Jakarta.Pada masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Ir Joko Widodo.

Usai penyampaian Pesan Sian Huta, tampil  artis-artis nasional: Viktor Hutabarat, Erik Sihotang, Dorman Manik, Rani Simbolon, Putri Silitonga, Korem Sihombing, Sari Safitya, Sanggam Hutapea dan Trio Style Voice.Para penonton konser cukup terhibur dan berjoget ria hingga menjelang tengah malam.

Pemandu acara/MC Lastiar Nababan mengakui menjaga seni budaya Batak tidak mudah di era globalisasi ini. Banyak tantangan yang dihadapi karena minimnya minat generasi muda.Apalagi ada anggapan budaya tradisional Batak  sudah kuno.Bahkan kalangan   generasi muda  tak suka lagi berbahasa daerah.

Kepedulian terhadap  kampung halaman juga minim. Ini memang masalah serius yang perlu kita tangani bersama. Budaya populer asing yang mendominasi perkembangan jaman di era media sosial yang membanjiri dunia.

Namun demikian, masih ada harapan.Dengan rasa cinta, bisa  mempelajari langsung dan mempraktikkan budaya dalam kehidupan sehari-hari demi menjaga budaya Batak agar  tidak punah. Semoga


Penulis: Hardi / Ludin.P
×
Berita Terbaru Update