Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Mengenang Jasa Guru Etos Indonesia Jansen Sinamo

Januari 18, 2026 | Januari 18, 2026 WIB Last Updated 2026-01-17T22:49:31Z
Jakarta-Guru Etos Indonesia St Ir Jansen Sinamo, telah pulang ke rumah Bapa, Kamis, 16 Januari 2026.Motivator Jansen Sinamo tutup usia 67 tahun di Rumah Sakit karena penyakit stroke.

Jenazah almarhum  disemayamkan di Rumah Duka Rumah Sakit Universitas Kristen Indonesia/UKI Jakarta hingga pemakaman di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur Minggu, 18 Januari 2026.

Kami dari media Tarnama Podcast dan rekan seprofesi mantan pengelola Majalah intelektual Batak:Tatap, turut memberikan penghiburan kepada keluarga yang ditinggal almarhum, Sabtu petang.

Wartawan senior dan penasihat Tarnama Podcast Ludin Erizon Panjaitan, SH, MM mengakui kelebihan Guru Etos Indonesia sekaligus seorang motivator terkenal Jansen Sinamo semasa hidupnya.

Sebagai alumni Institut Teknologi Bandung/ITB, Jansen Sinamo tidak mengejar pekerjaan di eksekutif maupun di perusahaan swasta. Tapi, dia fokus mengembangkan potensinya tentang motivasi dan mengenai etos kerja yang diinspirasi etos kerja orang Jerman.

 Lewat karya tulisnya mengenai etos kerja, Jansen Sinamo kemudian mendapat predikat sebagai Guru Etos Indonesia yang memotivasi banyak orang.Karena itu, dia juga diakui sebagai seorang motivator yang handal.

Di tengah kesibukannya sebagai motivator, Jansen Sinamo juga terpanggil sebagai hamba Tuhan dan ditakbiskan menjadi Sintua/majelis gereja.Jubah sebagai sintua melekat di tubuhnya hingga ke liang lahat.

Wartawan senior Drs Ch Robin Simanullang penulis buku monumental: Hita Batak, Acultural Strategy setebal 2.600 halaman dalam tiga jilid dan juga sebagai Ketua Dewan Penasihat Tarnama Podcast di Universitas Mpu Tantular Jakarta, merasa bangga ada suku Batak dari Dairi dapat penghargaan sebagai Guru Etos Indonesia.

Tokoh keturunan Raja Oloan Jansen Sinamo waktu peluncuran buku: Hita Batak, Acultural Strategy di Sopo Marpikir, 22 Desember 2022 juga memuji penulis Ch Robin Simanullang. Karena, dialah satu-satunya penulis suku Batak yang mampu menulis buku setebal 2.600 halaman  tiga jilid dalam satu penerbitan sekaligus.

Seharusnya, kata Jansen Sinamo penulis buku; Hita Batak, Acultural Strategy layak dapat penghormatan sebagai Profesor Dr (HC).
"Saya tidak tahu tenaga apa yang dipakai amang  Ch Robin Simanullang bisa menyelesaikan tiga jilid buku sekaligus diterbitkan," papar Jansen Sinamo yang sudah menulis 20 buku tentang etos kerja dan motivasi bagi orang.

Rekan-rekan Jurnalis mantan pengelola Majalah "Tatap"  Tagor Siahaan, Hasudungan Sirait dan Simbolon juga memberikan testimoni atas keunggulan Jansen Sinamo.
Mereka merasakan ketika Guru Etos Indonesia itu menjadi Pemimpin Redaksi Majalah "Tatap."

Misalnya, ada satu penerbitan Majalah "Tatap" yang dikerjakan seluruh jajaran redaksi  dipimpin Jansen Sinamo selama 12 jam nonstop."Pantang pulang sebelum penerbitan Majalah ini tuntas," kata Hasudungan Sirait mengisahkan pengalamannya bekerja dengan Jansen Sinamo.

Dalam wawancara Hotman Jhonatan Lumbangaol, dengan nama pena Hojotmarluga di media Tarnama Podcast, episode ketiga 6 Oktober 2025, Jansen Sinamo mengkritik etos kerja orang Batak.Karena tidak memiliki konsep yang jelas seperti konsep etos kerja orang Jerman, misalnya.

Sebagai narasumber Jansen menyebutkan, konsep etos kerja yang lebih terstruktur dan dikenal luas sebenarnya berasal dari pemikiran Max Weber, seorang sosiolog Jerman. Yang terkenal dengan karyanya "The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism". 

Buku itu membahas tentang bagaimana etos Protestan mempengaruhi perkembangan kapitalisme di Eropa. Konsep ini kemudian menjadi rujukan dalam memahami etos kerja di berbagai budaya.Dalam konteks ini, Laurensius memberikan perspektif yang menarik tentang bagaimana etos kerja Batak dapat dipahami dalam konteks yang lebih luas.

Orang tua Batak dikenal memiliki semangat yang kuat untuk menyekolahkan anak-anak mereka.Bahkan harus berkorban secara finansial. Mereka rela bekerja keras, seperti menggadaikan harta atau bekerja di luar kota, demi membiayai pendidikan anak-anak mereka. 

Hasilnya, banyak orang Batak  meraih gelar sarjana dan mencapai kesuksesan dalam karir mereka. Semangat untuk menyekolahkan anak-anak ini memang menjadi salah satu keunikan dan kelebihan budaya Batak. 

Banyak dari mereka yang berani mengambil risiko untuk mencari peluang yang lebih baik seperti bekerja sebagai buruh atau berdagang di kota besar demi memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak mereka.

Orang Batak memang dikenal sebagai salah satu suku di Indonesia yang paling produktif dalam menghasilkan putra putrinya menjadi sarjana.Juga menjadi motivator terkemuka seperti Jansen Sinamo.

Guna menopang kekuatan keluarga almarhum Jansen Sinamo, Redaktur Pelaksana Tarnama Podcast Serepina Hutabarat, S.Sos, M.Pd, membacakan nats renungan dari Kitab Yesaya agar  tetap berserah ke tangan pengasihan Tuhan dalam suka maupun duka.Karena, hidup dan kematian berada di tangan Tuhan, pencipta langit dan bumi semesta.
#Selamat jalan ke rumah Bapa Jansen Sinamo.


( Hardi /Ludin.P )
×
Berita Terbaru Update