Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Nasional Sorotan Daerah Berita Peristiwa Headline Megapolitan Hukum dan kriminal KRIMINAL TNI POLRI Hukum & Kriminal hukum TNI Politik TNI AD TNI/POLRI Pendidikan News/ Megapolitan Sosial Berita > Polri Agama News > Sorotan News > Megapolitan Bisnis Budaya Internasional Hukum -Nasional pemerintah Ramadhan Artikel Olahraga Kesehatan News > Nasional Hukum & Hukum dan Krimnal News/ Sorotan TNI & Polri Artikel Nasional News > Peristiwa Polri Polri Nasional google.com kegiatan Agama Artikel News advokasi Papua YouTube Google Facebook LinkedIn MetroTV opini sosial Ramadhan Anisa Baswedan Nasional Hukum&Kriminal News > Kriminal News > Polri News> Megapolitan News> TNI AD Peristiwa Daerah #youtube #google #hello #Lazada #facebook Anies Baswedan Nasional Diskusi Hukum dan Kirminal Nasional Artikel Google.com Nasional- sorotan -Politik News /Megapolitan Pendidikan Nasional Pertanian Politik > Nasional Polri-TNI Sorotan<Nasional TNI dan polri TNI& POLRI TNI-Polri Anies Baswedan Nasional Budaya Agama Corona Desa Palsari Ekonomi Ekonomi / News Gubernur Jawabarat Hilman Hukum &Kirminal Kebakaran Kriminalisasi Lalulintas Lowongan pekerjaan Musik Nasional -sorotan Nasional Artikel Google.com Jayawijaya Papua Nasional Sorotan Nasional polri Nasional& Sorotan Nasional<Sorotan Natal New> Nasional News / Hukum & Kriminal News > Hukum & Kriminal News >Megapolitan Olahraga POLRI Organisasi PERISTIWA -SOROTAN#Nasional Pemkot Bogor Peristiwa Nasional Peristiwa+Hukum dan Kriminal Peristiwa-daerah Peristiwa<Sorotan Peristiwa<Sorotan<Nasional Pertanian & Ekonomi Pimpinan Pompes Polri#Nasioanal Polri-Nasional -pendidikan Pristiwa Sorotan Pemerintah Sorotan Pemerintah Pacitan Sorotan hukum dan kriminal Sorotan-Nasional Sorotan<Viral Sorotan<peristiwa Sosial Islam Sosial LSM Sosial Ramadahan TNI Nasional TNI- POLRI TNI-AD kejadian oprasi gabungan pasar Ramadan sejarah

Bangunan Gedung Posyandu Berukuran 7M x 4M Telan Anggaran Ratusan Juta, Penghulu Hindari Media

April 04, 2024 | Kamis, April 04, 2024 WIB
 kandis,DetikNewstv.comSebuah Gedung Posyandu di Kampung Libo Jaya yang dibangun dengan bersumber pada ADD (Anggaran Dana Desa) Tahun Anggaran 2023, tepatnya di Jalan Hinduk Rawa Meraja RT 01 RW 03 kini menuai sorotan dari berbagai lapisan Masyarakat Kandis. Aneh bin nyatanya, pelaksana proyek sebutkan bahwa pembangunan gedung posyandu itu menelan biaya Rp 61.453.450,- namun berdasarkan informasi yang diterima dari DPMK (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung), bahwa pembangunan gedung tersebut dengan total anggaran Rp 122.906.900,-.

Hal ini dikuatkan dengan pernyataan dari Ketua RT Hendrik Ambarita saat dikonfirmasi dengan mengirimkan gambar gedung disertai dengan papan plang proyek tanpa ada kata sepatah sekalipun dan saat kembali dikonfirmasi kenapa ada perbedaan yang sangat signifikan dengan besaran anggaran dari DPMK, Ketua RT tersebut tidak memberikan jawaban, hal yang senada juga diterima awak media ini saat melayangkan konfirmasi tertulis pada Pj Penghulu Kampung Libo Jaya, Tengku Zulkifli, dan terkesan menghindari awak media. 

Salah seorang warga Kampung Libo Jaya yang ingin dikenali sebagai Ucok, (bukan nama sebenarnya), dan bertempat tinggal di sekitar gedung posyandu dimaksud menuturkan, 
"Sedari awal gedung posyandu ini dibangun, saya tidak pernah melihat adanya papan plang proyek. Bahkan berdasarkan cerita ke warga sekitar, Pak RT sebutkan bahwa pemborong mengalami kerugian alias tekor Pak. Kalau ada gambar yang dikirim ke bapak disertakan dengan papan plang proyek, itu bisa saya pastikan hanya dipajang sepersekian detik untuk mengambil dokumentasi," ujarnya, Kamis, (04/04/'24). 

Supardi, Warga Kampung Libo Jaya lainnya, pada kesempatan yang sama menuturkan bahwa dengan anggaran hingga ratusan juta sudah tentu dapat mendirikan rumah dengan tipe 36.

"Tidak terbayang dengan anggaran ratusan juta hanya untuk mendirikan bangunan dengan volume 7x4M seperti yang Bapak lihat, seharusnya rumah dengan tipe 36 sudah terbangun. Mungkin petinggi atau pejabat di libo jaya ini pada khilaf Pak," ulas Supardi.

Hingga artikel ini ditayangkan belum diketahui secara pasti manakah data anggaran yang sebenarnya, apakah data dari DPMK atau data yang ada di papan plang proyek. Juga kenapa Pj Penghulu Kampung seakan-akan menghindari awak media untuk sekedar memberikan keterangan. 


Penulis : Ndi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update