Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Nasional Sorotan Daerah Berita Peristiwa Headline Megapolitan Hukum dan kriminal KRIMINAL TNI POLRI Hukum & Kriminal hukum TNI Politik TNI AD TNI/POLRI Pendidikan News/ Megapolitan Sosial Berita > Polri Agama News > Sorotan News > Megapolitan Bisnis Budaya Internasional Hukum -Nasional pemerintah Ramadhan Artikel Olahraga Kesehatan News > Nasional Hukum & Hukum dan Krimnal News/ Sorotan TNI & Polri Artikel Nasional News > Peristiwa Polri Polri Nasional google.com kegiatan Agama Artikel News advokasi Papua YouTube Google Facebook LinkedIn MetroTV opini sosial Ramadhan Anisa Baswedan Nasional Hukum&Kriminal News > Kriminal News > Polri News> Megapolitan News> TNI AD Peristiwa Daerah #youtube #google #hello #Lazada #facebook Anies Baswedan Nasional Diskusi Hukum dan Kirminal Nasional Artikel Google.com Nasional- sorotan -Politik News /Megapolitan Pendidikan Nasional Pertanian Politik > Nasional Polri-TNI Sorotan<Nasional TNI dan polri TNI& POLRI TNI-Polri Anies Baswedan Nasional Budaya Agama Corona Desa Palsari Ekonomi Ekonomi / News Gubernur Jawabarat Hilman Hukum &Kirminal Kebakaran Kriminalisasi Lalulintas Lowongan pekerjaan Musik Nasional -sorotan Nasional Artikel Google.com Jayawijaya Papua Nasional Sorotan Nasional polri Nasional& Sorotan Nasional<Sorotan Natal New> Nasional News / Hukum & Kriminal News > Hukum & Kriminal News >Megapolitan Olahraga POLRI Organisasi PERISTIWA -SOROTAN#Nasional Pemkot Bogor Peristiwa Nasional Peristiwa+Hukum dan Kriminal Peristiwa-daerah Peristiwa<Sorotan Peristiwa<Sorotan<Nasional Pertanian & Ekonomi Pimpinan Pompes Polri#Nasioanal Polri-Nasional -pendidikan Pristiwa Sorotan Pemerintah Sorotan Pemerintah Pacitan Sorotan hukum dan kriminal Sorotan-Nasional Sorotan<Viral Sorotan<peristiwa Sosial Islam Sosial LSM Sosial Ramadahan TNI Nasional TNI- POLRI TNI-AD kejadian oprasi gabungan pasar Ramadan sejarah

Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Untuk Korban Pengeroyokan dan Pelecehan Seksual Oleh WNA

Maret 05, 2024 | Selasa, Maret 05, 2024 WIB
KOTA BEKASI, DetikNewstv.com-Mahasiswa yang tergabung dalam GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) melakukan aksi di Kantor Pemerintahan Kota Bekasi, dan Polres Metro Kota Bekasi, menuntut supaya ditutup Cafe Koma Junkyard dan segera tangkap para pelaku pengeroyokan terhadap Ketua DPC GMNI Bekasi, dan WNA (Warga Negara Asing)  yang melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita aktivis perempuan.

Kordinator aksi Dian Arba kepada awak media mengatakan, "aksi yang kami lakukan hari ini dalam rangka solidaritas terhadap para korban dan mempertanyakan tindakan tegas dari Pemerintah Kota Bekasi dalam menyikapi permasalahanan ini. Ketua DPC GMNI Bekasi menjadi korban pengeroyokan lantaran membela aktivis perempuan yang dilecehkan oleh WNA. Dan terduga pelaku pengeroyokannya adalah beberapa karyawan Koma Junkyard".

Menurut Koordinator Aksi Dian Arba,  perizinan Cafe Koma Junkyard diterbitkan  oleh Pemerintah Kota Bekasi, baik dalam ijin resto maupun penjualan miras dengan alkohol yang cukup tinggi. Tetapi tadi saat kami pertanyakan  pihak Disparbud tidak berani membeberkan status ijin Cafe Koma Junkyard. Malah seolah-olah melempar ke dinas lain, ujarnya.

Ditambahkan Dian Arba, pihaknya setelah beraksi di lingkungan Kantor Pemerintah Kota Bekasi,  kemudian melanjutkan aksi ke Polres Bekasi Kota. 

"Sesampainya di Polres Bekasi Kota,  kami kecewa karena Kapolres maupun Kasat Reskrim tidak menemui kami.

Kami akhirnya ditemui wakasat Reskrim, dan beliau pun tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan kami terkait kejanggalan yang terjadi. Mulai dari alasan kenapa WNA tersebut dipulangkan tanpa ada jaminan dari pihak Polres, maupun tes urine yang dilakukan kepada korban pelecehan tanpa dasar yang jelas".

Adapun tuntutan masa aksi ialah :
1. Mendesak Polres Metro Bekasi Kota mengusut tuntas kasus pelecehan seksual terhadap aktivis perempuan (Sarinah) GMNI Bekasi.
2. Mendesak Polres Metro Bekasi Kota mengusut tuntas kasus pengeroyokan terhadap Ketua DPC GMNI Bekasi.
3. Mengecam keras tindakan Polres Metro Bekasi Kota yang dinilai berpihak kepada Warga Negara Asing (WNA) dengan cara membiarkan WNA tersebut bebas berkeliaran.
4. Kembali Tangkap/amankan WNA yang menjadi tersangka Pelaku pelecehan seksual.
5. Segera tangkap para pelaku pengeroyokan terhadap Ketua DPC GMNI Bekasi.
6. Mendesak Pemerintah Kota Bekasi menutup Cafe Koma Junkyard.
7. Mempertanyakan status perizinan Cafe Koma Junkyard.
8. ⁠Meminta Kapolres Metro Bekasi Kota untuk mundur dari jabatannya apabila tidak bisa menyelesaikan kasus kasus tersebut.


( ANTO) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update