Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Nasional Sorotan Daerah Berita Peristiwa Headline Megapolitan Hukum dan kriminal KRIMINAL TNI POLRI Hukum & Kriminal hukum TNI Politik TNI AD TNI/POLRI Pendidikan News/ Megapolitan Sosial Berita > Polri Agama News > Sorotan News > Megapolitan Bisnis Budaya Internasional Hukum -Nasional pemerintah Ramadhan Artikel Olahraga Kesehatan News > Nasional Hukum & Hukum dan Krimnal News/ Sorotan TNI & Polri Artikel Nasional News > Peristiwa Polri Polri Nasional google.com kegiatan Agama Artikel News advokasi Papua YouTube Google Facebook LinkedIn MetroTV opini sosial Ramadhan Anisa Baswedan Nasional Hukum&Kriminal News > Kriminal News > Polri News> Megapolitan News> TNI AD Peristiwa Daerah #youtube #google #hello #Lazada #facebook Anies Baswedan Nasional Diskusi Hukum dan Kirminal Nasional Artikel Google.com Nasional- sorotan -Politik News /Megapolitan Pendidikan Nasional Pertanian Politik > Nasional Polri-TNI Sorotan<Nasional TNI dan polri TNI& POLRI TNI-Polri Anies Baswedan Nasional Budaya Agama Corona Desa Palsari Ekonomi Ekonomi / News Gubernur Jawabarat Hilman Hukum &Kirminal Kebakaran Kriminalisasi Lalulintas Lowongan pekerjaan Musik Nasional -sorotan Nasional Artikel Google.com Jayawijaya Papua Nasional Sorotan Nasional polri Nasional& Sorotan Nasional<Sorotan Natal New> Nasional News / Hukum & Kriminal News > Hukum & Kriminal News >Megapolitan Olahraga POLRI Organisasi PERISTIWA -SOROTAN#Nasional Pemkot Bogor Peristiwa Nasional Peristiwa+Hukum dan Kriminal Peristiwa-daerah Peristiwa<Sorotan Peristiwa<Sorotan<Nasional Pertanian & Ekonomi Pimpinan Pompes Polri#Nasioanal Polri-Nasional -pendidikan Pristiwa Sorotan Pemerintah Sorotan Pemerintah Pacitan Sorotan hukum dan kriminal Sorotan-Nasional Sorotan<Viral Sorotan<peristiwa Sosial Islam Sosial LSM Sosial Ramadahan TNI Nasional TNI- POLRI TNI-AD kejadian oprasi gabungan pasar Ramadan sejarah

M. Noh, Lebih Baik Mundur, Banyak Yang Tidak Berani Melawan Karena Merasa Tersandera

Februari 24, 2024 | Sabtu, Februari 24, 2024 WIB
GAYA LUES, DetikNewstv.com-Banyak Publik serta Pejabat di Pemkab Gayo Lues memuji dan mendukung langkah tegas yang diambil oleh mantan Kepala Kesbangpol Muhammad Noh, SPd, MAP Lebih baik mundur dari jabatannya.

Sikap yang diambil oleh Muhammad Noh ini banyak yang mengapresiasi dalam artian Lebih baik dirinya mundur secara teratur, bahkan sikap itu dinilai Kesatria ditengah kondisi Birokrasi Gayo Lues yang disebut - Sebut tidak nyaman belakangan ini.

Pertanyaannya, apakah Menteri Dalam Negeri dan PJ. Gubernur Aceh tidak tahu bahwa Kondisi Birokrasi di Pemerintahan Kabupaten Gayo Lues saat ini sedang tidak baik dan tidak nyaman bagi para pejabat Eselon II dan Eselon III akibat Arogansi seorang Pemimpin di Daerah tersebut.

Akibat dari Arogansi Alhudri sebagai Kepala Pemerintah membuat Pejabat - pejabat di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Gayo Lues merasa kurang nyaman atas ancaman dan kata kata yang keluar dari mulut seorang Pemimpin hingga berani mengatakan akan memutasi para pejabat di sana untuk memuluskan niat buruknya untuk mendapatkan sesuatu dari pejabat tersebut.

Menurut Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Provinsi Aceh, Samsir Ali Pang Rayang, para pejabat saat ini kerap mendengar ancaman akan dimutasi dan bahkan dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH).

Jadi pertanyaan kita, apa hubungannya antara dimutasi dengan dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum, kita Pertanyakan kembali atau ini dibuat sekenario seolah - olah pejabat di Pemkab Gayo Lues itu punya masalah terus dan di takut - takuti oleh Alhudri gitu.

"Apakah si Alhudri tersebut tidak Punya masalah Oooo Jangan naib dulu lu bung, kasus mu lebih banyak di Dinas Pendidikan Aceh jadi jangan naib lah, hingga saat ini kinerja mu saja di Dinas Pendidikan Aceh terburuk di Indonesia jadi jangan sok suci, dan ini akan kami buka perlahan - lahan, apa kami LSM tidak tahu," Tegas Ketua GNPK Aceh ini sedikit geram.

Untuk itu, atas nama Ketua GNPK Aceh, Dirinya memohon kepada Kapolda Aceh, Mabes Polri agar segera mengusut Tuntas kasus yang ada di Dinas Pendidikan Aceh semenjak di Pimpinan oleh Saudara Alhudri tersebut.

Dilansir dari KBA ONE, Jum'at (23/02/2024), mantan Kepala Kesbangpol Gayo Lues Muhammad Noh menjelaskan, dirinya punya Prinsip ketika memilih mundur dari jabatannya.

"Saya mundur untuk memberikan pemahaman kepada Alhudri bahwa menjadi Pemimpin itu jangan Arogan dan suka bikin Gaduh saja," Ujarnya Minggu (18/02/2024).

M.Noh kembali menjelaskan, sebenarnya banyak Teman - teman juga mengalami tekanan Akhir - akhir ini, meski demikian, kata Noh, banyak yang tidak berani melawan lantaran merasa tersandera.

Dilain pihak, seorang Pejabat lainya juga membenarkan penuturan Noh, " bahwa M. Noh, tidak ada Cacat dalam bekerja makanya dia berani mengundurkan diri," Ujar Kolega Mantan Kadisdik Gayo Lues itu.

Sumber media ini membeberkan, ada sejumlah kepala dinas yang akan mengikuti langkah Muhammad Noh untuk mengundurkan diri tapi takut ancaman akan dilaporkan ke aparat penegak hukum (APH) oleh Alhudri. “M Nuh juga pernah diperiksa oleh Inspektorat sebelum mengundurkan diri,” ujar pejabat ini.

Dijelaskan, sebagai mantan inspektur, Noh mengerti betul tata cara pemeriksaan, sehingga malah dia yang mengajarkan cara memeriksa yang benar kepada orang-orang yang dikirim Alhudri untuk memeriksanya. “Mereka tidak paham soal tata cara pemeriksaan, sehingga orang-orang Alhudri urung melanjutkan pemeriksaan,” kata sumber media ini.


(Eric/ Tim) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update