Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Nasional Sorotan Daerah Berita Peristiwa Headline Megapolitan Hukum dan kriminal KRIMINAL TNI POLRI Hukum & Kriminal hukum TNI Politik TNI AD TNI/POLRI Pendidikan News/ Megapolitan Sosial Berita > Polri Agama News > Sorotan News > Megapolitan Bisnis Budaya Internasional Hukum -Nasional pemerintah Ramadhan Artikel Olahraga Kesehatan News > Nasional Hukum & Hukum dan Krimnal News/ Sorotan TNI & Polri Artikel Nasional News > Peristiwa Polri Polri Nasional google.com kegiatan Agama Artikel News advokasi Papua YouTube Google Facebook LinkedIn MetroTV opini sosial Ramadhan Anisa Baswedan Nasional Hukum&Kriminal News > Kriminal News > Polri News> Megapolitan News> TNI AD Peristiwa Daerah #youtube #google #hello #Lazada #facebook Anies Baswedan Nasional Diskusi Hukum dan Kirminal Nasional Artikel Google.com Nasional- sorotan -Politik News /Megapolitan Pendidikan Nasional Pertanian Politik > Nasional Polri-TNI Sorotan<Nasional TNI dan polri TNI& POLRI TNI-Polri Anies Baswedan Nasional Budaya Agama Corona Desa Palsari Ekonomi Ekonomi / News Gubernur Jawabarat Hilman Hukum &Kirminal Kebakaran Kriminalisasi Lalulintas Lowongan pekerjaan Musik Nasional -sorotan Nasional Artikel Google.com Jayawijaya Papua Nasional Sorotan Nasional polri Nasional& Sorotan Nasional<Sorotan Natal New> Nasional News / Hukum & Kriminal News > Hukum & Kriminal News >Megapolitan Olahraga POLRI Organisasi PERISTIWA -SOROTAN#Nasional Pemkot Bogor Peristiwa Nasional Peristiwa+Hukum dan Kriminal Peristiwa-daerah Peristiwa<Sorotan Peristiwa<Sorotan<Nasional Pertanian & Ekonomi Pimpinan Pompes Polri#Nasioanal Polri-Nasional -pendidikan Pristiwa Sorotan Pemerintah Sorotan Pemerintah Pacitan Sorotan hukum dan kriminal Sorotan-Nasional Sorotan<Viral Sorotan<peristiwa Sosial Islam Sosial LSM Sosial Ramadahan TNI Nasional TNI- POLRI TNI-AD kejadian oprasi gabungan pasar Ramadan sejarah

Janji Manis Apartemen Mewah Menjadi Mimpi Buruk ! Konsumen Gigit Jari

Februari 26, 2024 | Senin, Februari 26, 2024 WIB
JAKARTA, DetikNewstv.com-Sebuah janji manis tentang kehidupan mewah di apartemen elit kini berubah menjadi mimpi buruk bagi para konsumen Apartemen Arkamaya yang terletak di Kota Bekasi. 

Mereka yang tergiur dengan brosur dan iklan yang sangat menjanjikan akan kenyamanan dan prestise kini harus gigit jari karena kenyataannya yang mereka dapatkan jauh dari yang dibayangkan dan ditawarkan.

Menawarkan berbagai fasilitas kelas atas, seperti kolam renang, gym, dan taman yang indah. Para konsumen yang tertarik dengan iming-iming harga yang fantastis dan janji bahwa apartemen ini akan menjadi investasi yang sangat menguntungkan. Namun, kenyataannya jauh dari yang dijanjikan.

Kini, 10 orang Konsumen dari Apartemen Arkamaya berjuang dan menggugat PT. Teguh Bina Karya selaku pengembang yang melakukan wanprestasi atau ingkar janji karena ketidakpastian pengembang dalam merealisasikan pembangunan apartemen. 

Persidangan perkara bernomor 45/Pdt.G/2024/PN Bks itu berlangsung di Pengadilan Negeri Kota Bekasi dengan dihadiri oleh beberapa konsumen yang juga didampingi oleh kuasa hukum dari Kantor Hukum Firza R. Pamboedi & Partners. Namun sayangnya pihak pengembang selaku Tergugat tidak hadir pada persidangan perdana.

Royan dan juga para konsumen lainnya mengatakan tujuan diajukan gugatan ini “agar mendapatkan pertanggungjawaban dari developer untuk dapat mengembalikan seluruh uang pemesanan unit apartemen yang telah diterima oleh developer karena tidak dapat merealisasikan pembangunan apartemen sesuai janjinya hingga saat ini”.

Firza R Pambudi, S.H., M.H. selaku kuasa hukum dari para Konsumen menduga kuat telah terjadi perbuatan wanprestasi atau cidera janji yang sangat merugikan kliennya yang dilakukan PT. Teguh Bina Karya karena telah lalai dalam melaksanakan pembangunan apartemen sebagaimana yang telah dijanjikan. 

“Pembangunan apartemen mengalami keterlambatan yang sangat signifikan kemisteriusan untuk dapat diselesaikan pun terjadi, kenapa terjadi kemisteriusan tersebut, contohnya konsumen A dijanjikan pembangunan selesai tahun 2021 lalu sama si B tahun 2022 dan konsumen C dijanjikan 2023, dari hal ini saja menimbulkan keanehan, jadi mana yang benar?.

Pada faktanya hingga saat ini pun pembangunan tak kunjung juga selesai, sedangkan Para Konsumen yang telah terlanjur membeli unit di apartemen ini merasa dirugikan sekali. 

Mereka telah mengeluarkan uang dalam jumlah besar, namun tidak mendapatkan apa yang dijanjikan. Sehingga pengajuan gugatan ini menjadi upaya memberikan perlindungan dan kepastian hukum kepada klien kami selaku para konsumen yang telah dilindungi oleh UU perlindungan konsumen.”

Lebih lanjut, P. ALFRET, S.H., menegaskan “Kasus ini harus menjadi pelajaran bagi pengembang apartemen untuk lebih bertanggung jawab dalam menjalankan bisnisnya. Pengembang harus mengedepankan transparansi dan kejujuran dalam menawarkan produknya kepada konsumen.

Hanya dengan membangun kepercayaan konsumen, industri properti di Indonesia dapat berkembang dengan baik dan memberikan manfaat bagi semua pihak”.
 

( ANTO) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update