Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Nasional Sorotan Daerah Berita Peristiwa Headline Megapolitan Hukum dan kriminal TNI POLRI KRIMINAL Hukum & Kriminal hukum Politik TNI AD TNI TNI/POLRI Pendidikan Berita > Polri Sosial Agama News/ Megapolitan News > Sorotan News > Megapolitan Bisnis Internasional Hukum -Nasional Budaya Ramadhan pemerintah Artikel Olahraga News > Nasional Kesehatan Hukum & Hukum dan Krimnal News/ Sorotan TNI & Polri Artikel Nasional News > Peristiwa Polri Polri Nasional google.com kegiatan Agama Artikel News advokasi Papua YouTube Google Facebook LinkedIn MetroTV opini Anisa Baswedan Nasional Hukum&Kriminal News > Kriminal News > Polri News> Megapolitan News> TNI AD Peristiwa Daerah sosial Ramadhan #youtube #google #hello #Lazada #facebook Anies Baswedan Nasional Diskusi Hukum dan Kirminal Nasional Artikel Google.com Nasional- sorotan -Politik News /Megapolitan Pendidikan Nasional Pertanian Politik > Nasional Polri-TNI Sorotan<Nasional TNI dan polri TNI& POLRI TNI-Polri Anies Baswedan Nasional Budaya Agama Corona Desa Palsari Ekonomi Ekonomi / News Gubernur Jawabarat Hilman Hukum &Kirminal Kebakaran Kriminalisasi Lalulintas Lowongan pekerjaan Musik Nasional -sorotan Nasional Artikel Google.com Jayawijaya Papua Nasional Sorotan Nasional polri Nasional& Sorotan Nasional<Sorotan Natal New> Nasional News / Hukum & Kriminal News > Hukum & Kriminal News >Megapolitan Olahraga POLRI Organisasi PERISTIWA -SOROTAN#Nasional Pemkot Bogor Peristiwa Nasional Peristiwa+Hukum dan Kriminal Peristiwa-daerah Peristiwa<Sorotan Peristiwa<Sorotan<Nasional Pertanian & Ekonomi Pimpinan Pompes Polri#Nasioanal Polri-Nasional -pendidikan Pristiwa Sorotan Pemerintah Sorotan Pemerintah Pacitan Sorotan hukum dan kriminal Sorotan-Nasional Sorotan<Viral Sorotan<peristiwa Sosial Islam Sosial LSM Sosial Ramadahan TNI Nasional TNI- POLRI TNI-AD kejadian oprasi gabungan pasar Ramadan sejarah

Mantan Kades Bunsur (R) Resmi Dilaporkan Ke Polda Riau

Desember 13, 2023 | Rabu, Desember 13, 2023 WIB
Siak, Detiknewsstv.comTerkait maraknya Mafia Tanah yang semakin merajalela di Kabupaten Siak, khususnya yang terjadi di Kampung Bunsur Kecamatan Sungai Apit, dengan modus klaim lahan dan menerbitkan SKT pada lahan yang sudah Bersertifikat Hak Milik (SHM) Program Tora. Nampaknya akan berbuntut ke Ranah Hukum

Pasalnya, pada Rabu (13/12/2023) LSM Forum Komunikasi Rakyat Indonesia (Forkorindo) Kabupaten Siak melaporkan secara resmi ke Polda Riau yaitu, Mantan Kepala Desa (Kades) berinisial R dan sekaligus selaku Ketua Koperasi Pemasaran Bunsur Bersatu Jaya, beralamat di Kampung Bunsur, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Provinsi Riau

Mantan Kades R sekaligus sebagai Ketua Koperasi diduga telah melakukan tindakan melawan hukum, dengan menerbitkan Surat Keterangan Kepemilikan Tanah (SKT) dan mengklaim ratusan hektar lahan yang sudah terbit Sertifikat Hak Miliknya (SHM) melalui program TORA (Tanah Objek Reforma Agraria) dan TCUN (Tanah Cadangan Umum Negara).

Atas klaim dan menerbitkan SKT tersebut, mantan Kades Bunsur R sekaligus Ketua Koperasi diduga telah menyebabkan timbulnya kegaduhan dan konflik lahan di Bunsur, bahkan diduga juga telah mengganggu para penerima SHM program TORA secara sah, untuk melakukan pemanfaatan dan Pengelolaan Tegakan Kayu Akasia melalui kuasa penuh yang diberikan kepada Koperasi lain yang juga di Kampung Bunsur Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak.

"Hari ini, kami melaporkan secara resmi Mantan Kades Bunsur inisial R dan juga sekaligus Ketua Koperasi Pemasaran Bunsur Bersatu Jaya, dkk ke Polda Riau terkait adanya dugaan penerbitan SKT pada lahan yang sudah terbit SHM-nya melalui program TORA dan menerbitkan Surat di Lahan TCUN, serta dugaan adanya penerbitan SKT yang dikeluarkan R setelah tidak menjabat Kades lagi," ungkap Syahnurdin selaku Ketua Forkorindo Kabupaten Siak.

Syahnurdin Ketua DPC LSM Forkorindo Kabupaten Siak juga mengatakan, bahwa lahan yang diklaim Mantan Kades Bunsur itu luasnya tidak tanggung -tanggung banyaknya yaitu sekitar kurang lebih 359 hektar. Jadi kalau dilihat jumlah itu berarti lahan TORA di lokasi Kampung Bunsur habis semua diklaim atau dikuasai.

"Luas lahan yang diklaim mantan Kades Bunsur itu, dan diduga telah diterbitkan SKT-nya sekitar 359 hektar, termasuk lahan TCUN juga, berarti semua lahan TORA yang sudah terbit SHM-nya melalui program TORA diduga di klaimnya semua. Kita berharap kebenaran akan terungkap dan modus-modus seperti mafia tanah ini, yang merampas hak masyarakat untuk kepentingan pribadinya, agar diproses sesuai dengan hukum yang berlaku di negara kita ini," tutupnya

Sebagaimana telah hebohnya pada waktu yang lalu, ada pemberitaan atas klaim lahan melalui peta kerja dengan menggunakan Stempel SETDA Siak, yang digunakan Koperasi Pemasaran Bunsur Bersatu Jaya sebagai klaim lahan TORA dan TCUN. Hal itu telah menimbulkan konflik serta tanda tanya berbagai pihak, kenapa bisa begitu.

Namun hal itu sudah dibantah dengan tegas Kabag Adwil Setda Siak, bahwa tidak adanya pengesahan suatu Peta Kerja untuk Koperasi apapun, peta yang beredar dan rupanya disalah-gunakan, sudah diserahkan ke Bagian Adwil Setda Siak oleh Koperasi dan Stempel Setda yang beredar pada Peta tersebut adalah sekedar tanda terima surat saja tidak lebih dari itu, katanya. 

Penulis : Red

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update