Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Nasional Sorotan Daerah Berita Peristiwa Headline Megapolitan Hukum dan kriminal TNI POLRI KRIMINAL Hukum & Kriminal hukum Politik TNI AD TNI TNI/POLRI Pendidikan Berita > Polri Sosial Agama News/ Megapolitan News > Sorotan News > Megapolitan Bisnis Internasional Hukum -Nasional Budaya Ramadhan pemerintah Artikel Olahraga News > Nasional Kesehatan Hukum & Hukum dan Krimnal News/ Sorotan TNI & Polri Artikel Nasional News > Peristiwa Polri Polri Nasional google.com kegiatan Agama Artikel News advokasi Papua YouTube Google Facebook LinkedIn MetroTV opini Anisa Baswedan Nasional Hukum&Kriminal News > Kriminal News > Polri News> Megapolitan News> TNI AD Peristiwa Daerah sosial Ramadhan #youtube #google #hello #Lazada #facebook Anies Baswedan Nasional Diskusi Hukum dan Kirminal Nasional Artikel Google.com Nasional- sorotan -Politik News /Megapolitan Pendidikan Nasional Pertanian Politik > Nasional Polri-TNI Sorotan<Nasional TNI dan polri TNI& POLRI TNI-Polri Anies Baswedan Nasional Budaya Agama Corona Desa Palsari Ekonomi Ekonomi / News Gubernur Jawabarat Hilman Hukum &Kirminal Kebakaran Kriminalisasi Lalulintas Lowongan pekerjaan Musik Nasional -sorotan Nasional Artikel Google.com Jayawijaya Papua Nasional Sorotan Nasional polri Nasional& Sorotan Nasional<Sorotan Natal New> Nasional News / Hukum & Kriminal News > Hukum & Kriminal News >Megapolitan Olahraga POLRI Organisasi PERISTIWA -SOROTAN#Nasional Pemkot Bogor Peristiwa Nasional Peristiwa+Hukum dan Kriminal Peristiwa-daerah Peristiwa<Sorotan Peristiwa<Sorotan<Nasional Pertanian & Ekonomi Pimpinan Pompes Polri#Nasioanal Polri-Nasional -pendidikan Pristiwa Sorotan Pemerintah Sorotan Pemerintah Pacitan Sorotan hukum dan kriminal Sorotan-Nasional Sorotan<Viral Sorotan<peristiwa Sosial Islam Sosial LSM Sosial Ramadahan TNI Nasional TNI- POLRI TNI-AD kejadian oprasi gabungan pasar Ramadan sejarah

Pengusaha SPBU 34-171-27 Margahayu Diduga Bantu Mafia BBM.

Oktober 17, 2023 | Selasa, Oktober 17, 2023 WIB
Bekasi, detiknewstv.com- Pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum SPBU Pertamina 34.171.27 di Jln. Chairil Anwar Margahayu Kota Bekasi diduga melakukan kegiatan melawan hukum dengan cara menjual bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Bio Solar kepada mafia secara melawan hukum untuk ditimbun dan dijual ke Perusahaan.

Modus operandi yang dilakukan dengan cara mengganti Plat Nopol agar bisa berkali kali dalam sehari masuk ke SPBU itu guna melakukan pengisian bahan bakar jenis Bio Solar.

Dengan mengganti Nomor Plat Polisi nya setiap pengisian disinyalir agar terhindar dari deteksi kuota penggunaan BBM yang telah ditetapkan Pemerintah. Dalam sehari diperkirakan Mafia BBM Jenis Solar Subsidi tersebut diduga dapat mengepul BBM Bio Solar dari setiap SPBU bisa mencapai 4 (empat) Ton / hari.

Setelah memanipulasi Nomor Plat Polisi tersebut, tentu akan terhindar dari deteksi kode barcod yang akan membatasi penggunaan kuota 1 unit mobil truk box Cold Diesel milik Mafia Migas tersebut.

Meski pun ancaman hukuman dan dendanya sangat berat, namun tak membuat takut para mafia solar (mafia migas) untuk melakukan tindakan melawan hukum.

Aktifitas ilegal ini terlihat berjalan kondusif dan terkondisikan tentu dengan dasar kerjasama yang baik antara Pengusaha SPBU dengan Mafia Migas ( Bio Solar ) tersebut.

Berdasarkan informasi dari narasumber berinisial SM di lapangan, mengatakan bahwa pembelian solar yang dilakukan sopir membawa kendaraan jenis Cold Diesel Boks itu sudah berlangsung lama, walau sempat berhenti sebentar, dan sekarang mulai ramai kembali.

“Baru beberapa Minggu, mungkin sekitar satu bulanan terlihat lagi mereka ngambil ada beberapa mobil boks yang mencurigakan bolak balik ngisi di SPBU itu lalu berputar keluar kejalan dan kernetnya terlihat turun dan merubah atau mengganti plat mobilnya lalu masuk kembali ke SPBU itu, nah lebihnya saya gak tahu untuk ditimbun atau apa saya enggak paham dan yang punya armada pun saya enggak tahu. Tahunya itu mobil sering terlihat bolak balik ngisi solar,” ujar SM Senin (16/10/2023).

Sementara itu, ....?... pengawas SPBU saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp tidak menjawab.

Untuk diketahui bahwa Pertamina telah melarang konsumen membeli Bahan Bakar Minyak di SPBU dengan maksud dijual kembali. Larangan tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas (Migas).

Dalam Undang-Undang tersebut, menegaskan "siapa saja yang memperjualbelikan kembali BBM melanggar aturan Niaga BBM, Pasal 53 Uundang-Undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Migas dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp 30 miliar". 


Penulis : Sahiluddin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update