Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pengurus Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) Di Tanah Papua dan Ketua Klasis Kenyem Di Aniaya Polisi

September 19, 2023 | September 19, 2023 WIB Last Updated 2023-09-19T01:46:47Z

JAKARTA,detiknewsstv.com -
Bendahara 1 Sinode Gereja Kemah Injil (Kingmi) Di Tanah Papua Bersama Ketua Kelasis Kenyam Kerja Kemah Injil (Kingmi) Di Tanah Papua pada tanggal 17 September 2023 sekitar  jam 23.30, malam, dianiaya oleh aparat kepalosian di kantor Kelasis Kenyam, ibukota Kabupaten Nduga.
Aksi tidak terpuji ini dilakukan saat pengrebekan atau pengepungan dari pihak kepolisian terhadap kantor Kelasis Kenyam. 

Hal tersebut disampaikan langsung oleh pihak korban Bapak Pdt.Nataniel Tabuni selaku Bendahara 1 Sinode Gereja Kemah Injil (Kingmi) Di Tanah Papua. 

"Tadi malam saya bersama Ketua Departemen Penginjilan Bapak Pdt Yairus Elopere, S.Th, dan Bapak Ketua Kelasis Kenyam Bapak Pdt. Zakius Kogeya, sedang tidur di lantai 2 kantor Kelasis Kenyam.

Brimob tanpa basa-basi atau berikan surat perinta langsung menyerbu pintu kantor Kelasis masuk didalamnya, kemudian naik ke lantai 2 ditempat yang kami sedang tidur, kemudian langsung mengintrogasi kami, tarik kami turun sambil menganiaya kami.

Saat itu juga secara spontan saya tanya mereka, kenapa malam-malam datang tangkap kami seperti pencuri, seketika saya bicara itu langsung mereka pukul saya dengan keras langsung gigi saya robo mulut hidung semua keluarkan darah.

 Setelah itu pak ketua Kelasis berteriak dalam nama Yesus begini pihak kepolisian pukul dari lantai 2 hingga lantai 1 dibawa, setelah itu Brimob lain terus beraksi, kasih rusak pintu kamar yang diisi oleh anak Ev. Urbanus Kogeya, S.Th.

 Kemudian mereka memukuli hamba muda Urbanus Kogeya, saat itu juga bapak ketua Kelasis melindungi Hamba muda tersebut sambil berkata, itu pengganti saya jadi kalau bunuh, saya saja, dari situ tamba pukul ditendang dengan sepatu laras hancur-hancur.

Dalam aksi tersebut  menangkap anak-anak ketua Kelasis yang sedang bersama di kantor, dipukul hancur-hancur kemudian langsung dibawa ke Polres Kenyam". (Ret/Ktrn Korban)

Kejadian tidak terpuji tanpa memperlihatkan surat perintah ini,  dapat disaksikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Nduga, Bapak Ikabus Gwijangge, dan Ketua Pemuda Koordinator Nduga GKIP, Bapak Pdt. Sipe Kelnea, S.Th.

Nama-nama Korban penganiayaan serta yang ditangkap dan dibawa oleh polres Kenyam untuk introgasi sesuai tuduhan adalah;
A. Ditangkap :
1. Ev. Urbanus Kogoya, S.Th ( anak dari bapak ketua kelasis, baru 2 tahun lalu selesai Studinya)
2. Markus Kogoya anaknya Ketua Kelasis, bekerja sebagai tenaga honorer Dinas Lingkungan Hidup di Nduga.
3. Indisina Gwijangge, anak mantu Bapak Ketua Kelasis Kenyam.
4. Indi Wurikma Lokbere dan 
5. Gira Lokbere diatangkap pada waktu yang sama berbeda tempat yaitu kediamannya mereka sendiri.
B. Dianiaya,
1. Bapak Pdt. Nataniel Tabuni
2. Bapak Pdt. Zakius Kogeya dan 6 orang yang ditangkap diawali dengan penganiayaan.

Hal ini menjatuhkan dan mengorbankan harkat dan martabat Gereja KINGMI ditanah Papua, karena Korban penganiayaan adalah pejabat Gereja, dan pengrusakan aset kantor gereja tanpa menunjukan surat perinta penangkapan oleh Brimob dibawa komando Kabak OPS. 

Kejadian ini bukannya mengajak warga Papua mengindonesiakan justru memperbesar kebencian, ketidak percayaan serta menimbulkan ketidak nyamanan warga, sekaligus membangun jurang pemisa antara masyarakat Papua terhadap bangsa Indonedia

Akibat dari insiden ini masyarakat atau umat gabungan kristen yang terdiri dari Gereja Kingmi, GKII, GKI, BABTIS, PANTAKOSTA dan KATOLIK, duduk lakukan aksi protes di pusat perkotaan Kenyam.

Dalam aksi menyoroti pemerintah Indonesia dalam hal ini pihak kepolisian bahwa tindakan ini tidak bermoral dan tidak berprikemanusiaan, apalagi menganiaya pimpinan gereja GKIP, tanpa menunjukan surat perintah.

Sekaligus mau sampaikan sikap kepada pemerintah dan aparat namun semua petinggi, Bupati, Kapolres, dan Dandim belum ada di tempat maka tunggu sampai mereka ada di tempat lalu menanyakan dan menyampaikan sikapnya.

Penulis : Team Redaksi 
Sumber : B.P.Yelipele 
×
Berita Terbaru Update